
Game Split Fiction (Dok. Steam)
JawaPos.com - Hazelight Studios, perusahaan di balik game pemenang penghargaan It Takes Two, kembali dengan proyek terbaru mereka, Split Fiction. Seperti It Takes Two, game ini menghadirkan pengalaman co-op untuk dua orang.
Dikutip dari Gamerant.com, Split Fiction mengikuti kisah dua penulis amatir, Zoe dan Mio, yang tergoda oleh janji penerbitan dari korporasi misterius bernama Rader. Ternyata, Rader hanyalah perusahaan teknologi yang ingin mengeksploitasi kreativitas mereka untuk memberi makan mesin tanpa jiwa. Setelah mereka berdua sadar bahwa mereka ditipu, mereka berjuang untuk merebut kembali ide-ide mereka.
Narasi dari game ini memberikan komentar langsung terhadap hal yang sedang ramai sekarang, yaitu Generative AI. Sering kali industri-industri membawa keyakinan bahwa teknologi dapat menggantikan kreativitas manusia. Split Fiction juga diterbitkan oleh Electronic Arts (EA), yang ironis mengingat tema anti-korporasinya, meskipun dampaknya tidak sebesar jika game ini berasal dari perusahaan seperti Activision.
Dari segi gameplay-nya, game ini adalah evolusi dari It Takes Two. Setiap level memperkenalkan mekanik baru, memaksa pemain untuk bekerja sama dalam platforming, pertempuran, dan pemecahan puzzle. Misalnya, Mio memiliki pedang gravitasi untuk menebas musuh dan berjalan di dinding, sementara Zoe menggunakan cambuk telekinetik untuk menarik benda dan membuka jalur baru.
Platforming di game ini terasa mulus dengan fiturnya seperti double jump, dash, dan grapple, semuanya dikemas dalam animasi unik yang mencerminkan kepribadian Zoe dan Mio. Sayangnya, beberapa level terasa panjang dan bertele-tele, terutama yang bertema fiksi ilmiah dengan mekanik laser yang berulang-ulang.
Chemistry yang seru antara Zoe dan Mio menjadi hal yang menyenangkan di game ini. Awalnya mereka akur, tetapi hubungan mereka terus berkembang seiring perjalanan. Selama bermain, pemain terdorong untuk menjelajahi dunia game hanya demi mendengar percakapan mereka yang penuh humor dan emosi.
Tiap level tidak hanya menghadirkan dunia yang unik tetapi juga menggambarkan perasaan dan pengalaman pribadi karakter. Misalnya, Zoe merawat seekor naga dan kemudian melepaskannya, yang melambangkan usahanya untuk melepaskan rasa bersalah. Sementara itu, Mio menghancurkan fasilitas yang menyedot energi dari makhluk hidup, mencerminkan perjuangannya melawan penyakit yang mengancam nyawanya.
Selain itu juga, di game ini terdapat side stories yang seru, seperti menjadi babi yang bisa terbang dengan kentut atau bertarung melawan dokter gigi robot sebagai sepasang gigi hidup. Side stories ini justru terasa lebih fresh karena lebih singkat dibandingkan level utamanya.
Secara keseluruhan, Split Fiction menawarkan game yang sangat seru jika kamu punya partner untuk bermain. Menawarkan pengalaman unik yang menggabungkan imajinasi dan gameplay inovatif. Meski punya kelemahan seperti pacing, game ini tetap menjadi pengalaman yang layak dimainkan, terutama bagi penggemar game co-op.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
