Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 12 Juli 2021 | 03.15 WIB

"Membesarkan" Keluarga Aroid, Jangan Cacah dan Pisah Anakan

Photo - Image

Photo

Tanaman hias dari famili aroid –seperti monstera, philodendron, sampai aglaonema– tengah naik daun. Dengan perawatan yang baik, tanaman hias berdaun cantik itu bisa berumur panjang. Segar dan lebat, tetapi tetap mudah dirawat.

---

MONSTERA adansonii hampir setinggi orang dewasa. Kuping gajah dengan batang bunga melebihi 1 meter. Aglaonema, rumpunnya memenuhi pot setinggi pinggang. Hingga Monstera brazilian, yang kini memiliki dua bonggol buah. Usianya terbilang tak ”muda”, sebagian besar berumur lebih dari dua tahun. Tanaman-tanaman ”giant” itu tidak tumbuh di tempat bercuaca sejuk seperti Lembang atau Batu, tetapi di kawasan Lakarsantri, Surabaya.

Menurut Nisha Yaman, merawat tanaman di tempat bercuaca panas butuh sedikit penyesuaian. ”Aroid termasuk tanaman hias yang suka di tempat teduh. Butuh kena sinar matahari di pagi atau waktu sore aja, enggak perlu seharian,” kata staf kebun Forest.Ku itu. Bila diletakkan di dalam ruangan, dia menyarankan tanaman dijemur seminggu sekali di sekitar pukul 08.00–10.00. Penyiraman pun tak perlu tiap hari. ”Patokannya, media tanam kering atau nggak. Kalau cuaca mendung, kadang enggak perlu disiram. Misting saja cukup,” lanjut Nisha.

Untuk mencapai ukuran besar, keluarga aroid membutuhkan perlakuan khusus. Yakni, tidak boleh dipangkas atau dipisah anakannya. ’’Banyak pemilik yang kalau tanaman keluar anakan, dipisah. Seperti aglaonema. Akhirnya, tumbuhnya stuck di ukuran itu,” ucap Nisha. Jika memang ingin ”membesarkan”, alumnus Fakultas Pertanian Universitas Brawijaya itu menyarankan anakan tetap dipertahankan. Kemudian, dilakukan repotting ke tempat yang lebih besar.

Hal itu juga berlaku buat jenis Monstera yang perbanyakannya dengan setek batang. Tanaman yang tidak dijadikan indukan dibiarkan besar. Batangnya tak dicacah sebagai bibit. Alhasil, batang tanaman gemuk. Salah satu Monstera adansonii memiliki batang berdiameter sebesar pipa. ”Kami maintain juga dengan menambah turus. Tiap ada satu akar napas muncul, dipasang turus. Jadi, tumbuhnya tetap bagus meski besar,” kata Supriyo, gardener Forest.Ku.

Perawatan tanaman besar juga didukung dengan media tanam atau metan yang baik. Yo –sapaan Supriyo– dan Nisha menjelaskan, aroid menyukai metan yang porous alias mudah meneruskan air. Terutama jenis aglaonema. ”Kalau metannya terlalu padat, rawan masalah di akar. Terutama busuk,” imbuh Yo. Dalam media tanam, Nisha menambahkan pupuk kandang serta kompos. ”Mereka tergolong mampu menahan air, juga menambah nutrisi ke metan. Jadi, pupuk tambahannya nggak perlu terlalu sering,” ucapnya.

Yo dan Nisha menyatakan, dibutuhkan waktu dan usaha buat ”membesarkan” aglaonema, philodendron, serta tanaman aroid lainnya. Namun, pengorbanan itu memang dapat pengakuan. ”Tanaman yang besar sekarang harganya bisa sampai jutaan, tapi peminatnya tetap banyak,” imbuh Yo.

Photo

Monstera brazilian koleksi kebon Forest.Ku di Surabaya Barat yang dmemiliki dua bonggol buah. (ANGGER BONDAN/JAWA POS)




MERAWAT SI BESAR

MEDIA TANAM

  • Campuran kompos, andam, sekam, cocopeat, dan pupuk kandang. Khusus tanaman yang butuh metan sangat porous seperti aglaonema, porsi sekam diperbanyak.

  • Bagian dasar pot bisa diisi kerikil, pecahan batu bata, atau potongan styrofoam untuk membuat media tanam tidak terlalu padat dan lebih mudah mengalirkan air sisa siraman.


PENUTUP MEDIA/MULSA

  • Metan baiknya ditutup dengan mulsa seperti cocopeat atau sekam. Jika memungkinkan, pilih lumut hutan yang lebih mampu mengunci kelembapan dan memiliki efek dingin ke akar.


PEMBERIAN PUPUK

  • Pupuk NPK diberikan satu bulan sekali

  • Vitamin B1 bisa ditambahkan ketika repotting, tanaman baru dibeli, dan saat cuaca tidak menentu

  • Pupuk organik cair dan air cucian beras juga bisa dijadikan pengganti pupuk kimia

  • Tidak disarankan menggunakan penyedap rasa atau MSG untuk pupuk


PERAWATAN KHUSUS

  • Ketika cuaca hujan, pastikan tanaman tidak tergenang atau terpapar air hujan dalam waktu lama. Sebab, air hujan bersifat asam serta bisa memicu masalah pada tanaman.

  • Aglaonema rentan serangan kutu putih (mealy bugs). Hama itu sering bersembunyi di bagian batang hingga batang patah, lalu berpindah ke daun lainnya. Mealy bugs mudah menular. Jika menemukan mealy bugs, segera ambil dan bersihkan batang. Semprot dengan campuran tablet vitamin B1 dan cairan pencuci piring yang dilarutkan dalam 1,5 liter air.

  • Kuping gajah, anthurium, serta monstera sering menampakkan daun bebercak cokelat kehitaman. Selain sunburn, hal itu menandakan kebanyakan disiram.






TRIVIA

  • Monstera brazilian Forest.Ku termasuk salah satu dari tiga monstera yang berhasil berbuah di tanah air.

  • Di famili aroid, aglaonema tergolong tanaman yang sulit bagi pekebun pemula. Terutama varian dengan warna merah atau merah muda dominan.

  • Untuk memperbesar kans hidup, pilih nursery dengan iklim atau cuaca yang serupa dengan tempat tinggal.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore