
Konsol game Asus ROG Ally.
JawaPos.com - Asus meluncurkan konsol game genggam ROG Ally bulan lalu. Konsol game ini akan bersaing langsung dengan Steam Deck, Nintendo Switch, dan Razr Edge. Asus ROG Ally juga dipastikan dijual di Indonesia mulai harga Rp 10 jutaan.
Di Tanah Air, konsol game genggam dikuasai oleh Nintendo dengan penjualan Switch. Kehadiran ROG Ally jelas menarik. Hal ini lantaran Nintendo Switch rasanya sudah butuh penyegaran sejak diluncurkan 2017 lalu.
Namun, sebelum memutuskan untuk meminang ROG Ally, ada baiknya Anda menilik dulu ulasan dari YouTuber dengan akun JerryRigEverything. YouTuber JerryRigEverything dengan nama asli Zack Nelscon dan terkenal dengan pengujian barang secara ekstrem untuk mengetahui jeroan dan build quality gadget terkini, menemukan bahwa Asus ROG Ally dari segi material tak cukup kuat.
Pertama, terkait dengan ROG Ally, pria Amerika itu dalam ulasannya memaparkan bahwa tepat setelah dia memulai permainan, kipas ganda di dalam ASUS ROG Ally mulai berputar dan dalam beberapa menit layar menjadi panas. Akibat panas ini, udara yang keluar dari kipas menjadi tidak nyaman.
Ini kemungkinan masalah suhu yang mungkin diperbaiki melalui pembaruan dalam waktu dekat. YouTuber tersebut kemudian melanjutkan ke tes di bagian layar dengan melakukan goresan di level 6 dan alur yang lebih dalam di level 7.
Perangkat ini memiliki Gorilla Glass Victus dan ada juga lapisan DXC di bagian atas untuk mengurangi silau. Yang terakhir mengubah warna putih terang dari lampu meja menjadi bayangan yang sedikit menguning yang mengurangi pantulan.
Zack mengatakan bahwa strip belakang pada ROG Ally menyala tetapi itu hanyalah stiker holografik yang berubah warna. YouTuber tersebut kemudian bergerak untuk mengecek keawetan bodi konsol game genggam tersebut dengan pisaunya.
Diawali dengan joystick yang cukup grippy dan dilapisi karet yang menjamin ketahanan jangka panjang. Pengontrol arah, tombol menu, dan bantalan pemicu semuanya terbuat dari plastik yang mudah tergores.
Tombol 'ABXY' di sisi kanan konsol genggam juga rentan tergores, namun hurufnya berada di bawah lapisan transparan. Parahnya lagi, tombol 'Y' ditemukan macet saat ditekan lebih keras dan harus diputar. Untuk konsol game, hal ini jarang sekali terjadi dan sepatutnya jadi perhatian Asus.
Logo holografik RGB di pojok bawah juga ditemukan gampang tergores dan strip warna-warni di panel belakang juga bisa dilepas tetapi Zack mengatakan itu tidak akan keluar dengan sendirinya. ASUS ROG Ally tahan api hanya selama 3 detik setelah itu bagian layar menjadi hitam.
Normalnya, dibutuhkan 10 detik untuk mengembalikan dead pixel tetapi perangkat memakan waktu sedikit lebih lama karena cukup panas. Terakhir, Zack mencoba membengkokkan ASUS ROG Ally dengan tekanan yang cukup besar.
Saat menekuk dari sisi belakang, kedua tepi perangkat terlihat terpisah di sudut. Konsol game genggam kemudian ditekuk dari sisi depan tetapi tidak patah.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
