
Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan. (istimewa)
JawaPos.com - Pusat perbelanjaan ikonik Indonesia, Sarinah, menghadirkan dekorasi spesial yang sarat akan nilai budaya dalam momentum bulan suci Ramadhan hingga perayaan Idul Fitri 2026.
Konsep dekorasi tahun ini mengusung tema tentang kebersamaan dan kekeluargaan yang diangkat dari kekayaan tradisi budaya khas Sumatera Selatan.
Pada area atrium, Sarinah menghadirkan focal point dengan konsep Pedesaan Nusantara yang terinspirasi dari budaya Sumatera Selatan. Instalasi tersebut menampilkan payung bertingkat yang dibalut sekitar 50 kain songket Palembang.
Dekorasi ini menjadi pusat perhatian pengunjung sekaligus menghadirkan suasana hangat khas tradisi masyarakat Sumatera Selatan selama bulan Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri.
"Kita jadikan kain songket dari Sumatera Selatan dari sisi dekorasi yang tercermin dalam focal point atrium kami," kata Direktur Utama PT Sarinah, Raisha Syarfuan.
Tidak hanya di area atrium, kain songket khas Sumatera Selatan juga menghiasi berbagai sudut Sarinah. Kehadiran ornamen tradisional ini membuat suasana pusat perbelanjaan tersebut terasa berbeda dibandingkan hari-hari biasa di luar bulan Ramadhan.
Selain instalasi songket, Sarinah juga menghadirkan dekorasi gazebo yang terinspirasi dari ukiran Rumah Limas Sumatera Selatan. Gazebo ini akan menjadi pusat instalasi utama dan dijadwalkan mulai dipasang pada 9 Maret 2026.
Dalam filosofi budaya Sumatera Selatan, Rumah Limas bukan sekadar tempat tinggal. Rumah adat tersebut dikenal sebagai ruang berkumpul keluarga besar sekaligus tempat berlangsungnya berbagai kegiatan adat yang mempererat hubungan sosial dalam masyarakat.
Nilai kebersamaan itu dihadirkan kembali melalui focal point Sarinah yang tidak hanya berfungsi sebagai magnet visual dan spot foto bagi pengunjung, tapi juga sebagai lokasi pembagian takjil gratis selama Ramadhan. Kegiatan ini menjadi simbol kepedulian dan kebersamaan yang ingin dibangun Sarinah bersama masyarakat.
Menurut Raisha Syarfuan, pemilihan budaya Sumatera Selatan sebagai tema dekorasi Ramadhan tahun ini dilakukan setelah melalui riset tentang kekayaan budaya Nusantara yang kuat dengan nilai kekeluargaannya.
"Sebenarnya seluruh provinsi di Indonesia berkaitan dengan kekeluargaan. Tapi masyarakat Sumatera Selatan kekeluargaannya jauh lebih kental di sana, dilihat dari bentuk rumahnya juga," ungkapnya.
Tidak hanya menghadirkan dekorasi tematik, Sarinah juga memperkaya suasana Ramadhan melalui rangkaian kegiatan budaya bertajuk Gema Ramadhan.
Program ini menghadirkan berbagai aktivasi budaya seperti pawai obor dan marawis dalam Gema Lentera Ramadhan, pertunjukan Rampak Bedug dalam Gema Bedug Raya, pertunjukan angklung bernuansa Ramadhan, hingga kegiatan ngabuburit.
"Melalui pendekatan ini, Sarinah bukan hanya menjadi ruang belanja, melainkan juga ruang budaya dan interaksi publik," tutur Raisha yang menargetkan kenaikan 15 persen pengunjung selama Ramadhan hingga Lebaran.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Malaysia vs Vietnam: Superkomputer Jagokan The Golden Star Warriors
Soal Penolakan Pembangunan Gereja di Citraland, Wali Kota Eri: Tidak Sesuai Site Plan
Prediksi Skor Singapura vs Thailand: Ilhan Fandi Jadi Ancaman, Tuan Rumah Bisa Bikin Kejutan
Persebaya Surabaya Siapkan Penyerang Pengganti Alex Martins di Super League
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Prediksi Skor Sabah FC vs Persib Bandung: Pangeran Biru Bidik Puncak Dewata Challenge Series 2026
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Kasus Penjahit Rasis Bali Kembali Diperbincangkan, Diduga Ada Intimidasi Saat Audiensi
