Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 1 April 2023 | 20.02 WIB

Bervakansi dan Menyambut Magrib di Masjid 99 Kubah, Makassar

DEKAT PANTAI: Masjid 99 Kubah, Makassar (28/3). Selama Ramadan, banyak kegiatan keislaman yang dihelat di sini. - Image

DEKAT PANTAI: Masjid 99 Kubah, Makassar (28/3). Selama Ramadan, banyak kegiatan keislaman yang dihelat di sini.

ABDUNNUR sudah pernah mampir ke banyak masjid di berbagai negara. Tapi, masjid tempat dia menginjakkan kaki pada Selasa (28/3) sore itu benar-benar membuatnya kagum. ’’Ini luar biasa. Tidak hanya dari luarnya saja, tetapi juga di dalamnya,’’ katanya kepada FAJAR.

Abdunnur datang dari Filipina. Dia mengaku sudah pernah singgah ke negara-negara dengan penduduk mayoritas muslim, seperti Pakistan, Turki, Uni Emirat Arab, hingga Arab Saudi. Yang otomatis tentu kaya masjid.

Tapi, Masjid 99 Kubah di Makassar, Sulawesi Selatan, benar-benar menawan hatinya. ’’Anda harus bangga memiliki masjid ini. Jaga baik-baik, karena ini satu-satunya yang ada di dunia,’’ ujarnya.

Masjid 99 Kubah atau juga yang dikenal sebagai Masjid Asmaulhusna berdiri tegak di kawasan reklamasi Center Point of Indonesia. Sebanyak 99 kubah –yang melambangkan ke-99 nama Allah yang indah– menghiasi bagian atas dan membentuk sebuah kubah besar dari rentetan kubah-kubah yang melingkar.

Kubah yang berukuran sedikit lebih besar mengelilingi pelataran suci masjid itu. Dari dalam ruangan tempat ibadah yang bertetangga dengan Pantai Losari tersebut, akar-akar kubah itu tertancap menggantung dengan gagah di langit-langit.

Warna cerah biru, kuning, oranye, merah, dan putih pada langit-langitnya semakin menambah keelokan. Masjid yang diresmikan pada 2022 itu memiliki luas bangunan 72 x 45 meter persegi.

Area masjid terbagi tiga. Yakni, ruang salat dengan daya tampung 3.800 jemaah, ruang mezzanine atau lantai 2 dengan daya tampung 1.000 jemaah, dan pelataran suci yang mengelilingi ruangan masjid dengan daya tampung 8.000 jemaah. Rak-rak buku dengan koleksi yang bervariasi memutari tiang-tiang gagah. Tentu termasuk pula ratusan Alquran.

Pada Selasa sore itu, dari pintu ruangan masjid, para pelancong berdatangan. Ada yang seorang diri, ada yang berkelompok. Ada sejumlah pelajar yang sedang kunjungan studi, ada pula keluarga yang habis bertamasya di kawasan Center Point of Indonesia dan kawasan Lego-lego.

Tepat di hadapan Masjid 99 Kubah itu memang terdapat kawasan wisata kuliner Lego-lego yang tak pernah tak ramai, bahkan di hari bukan libur. Berbagai pilihan kuliner, mulai tradisional sampai yang kekinian, tersedia. Sedikit lebih jauh, masih di hadapan masjid, ada ikon wisata Makassar: kawasan kuliner lokal pisang epe yang melegenda, Pantai Losari.

Saat memasuki ruangan masjid, di samping tujuan beribadah, pengalaman bervakansi juga sekaligus bisa didapat. Keluar dari pintu barat, perhatian bakal langsung tertuju pada kawasan Center Point of Indonesia. Sebuah kawasan pengembangan reklamasi Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan yang dipermak sebagai lokasi wisata baru yang kekinian. Sunset Quay, jogging track, hingga kawasan pendidikan ada di sana.

Keluar dari pintu sedikit ke utara, mata akan dimanjakan dengan kawasan laut Makassar yang luas dan menakjubkan. Desir patahan-patahan ombak menari di telinga, dan lalu-lalang kapal pengangkut barang dari Pelabuhan Soekarno-Hatta berlayar dengan nyaring.

Kepala Biro Kesra Pemprov Sulsel Muhammad Iqbal Nadjamuddin memaparkan, selain buka puasa bersama, selama Ramadan ini ada banyak program lainnya yang digelar pengurus masjid. Tarawih bersama rutin dihelat. Ceramah Tarawih, kultum subuh, dan iktikaf di sepuluh malam terakhir juga siap dilangsungkan. ’’Masjid ini selalu terbuka. Artinya, tidak tertutup dari pagi sampai tengah malam,’’ ucap Iqbal.

Imam Masjid 99 Kubah Muhammad Syahrul Habib memaparkan, antusiasme masyarakat dalam beribadah di masjid itu sangat tinggi. Pada Tarawih pertama lalu, misalnya, jemaah membeludak dan meluber hingga ke pelataran suci area luar ruangan. Kisarannya 3.000 lebih jemaah. ’’Tahun lalu juga ada kajian Islam dengan mendatangkan siswa-siswi dari berbagai sekolah di Sulawesi Selatan,’’ ungkapnya.

Bagian basement Masjid 99 Kubah rencananya juga akan disulap menjadi museum dan pusat pembelajaran sejarah Islam. Tentu dengan menyertakan perkembangan teknologi di dalamnya. Jadi, metode syiar, misalnya, bisa berupa video atau film.

’’Yang paling utama, harus ada pusat informasi di area kawasan Masjid 99 Kubah. Kita tentu ingin pengunjung mendapatkan informasi yang tepat mengenai berdirinya masjid ini,’’ tutur Devo Khaddafi, sekretaris Dinas Pariwisata Sulsel.

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore