
Penjualan pernak-pernik lebaran di Pasar Asemka, Jakarta Barat.
JawaPos.com - Ramadan adalah bulan penuh berkah. Sebagian pedagang, memanfaatkan hal tersebut dengan menjual hal yang berbau Ramadan untuk mendapat keuntungan lebih. Seperti, pernak-pernik lebaran yang identik dengan hiasan ketupat.
Seperti terlihat di Pasar Asemka, Jakarta Barat, yang ramai didatangi pengunjung. Disini pun, ada berbagai macam jenis barang yang dijual oleh pedagang. Ada mainan, sepatu, pakaian, petasan, pernak-pernik dan hiasan-hiasan.
Tapi, pedagang yang menjual pernak-pernik yang identik dengan Ramadan masih sedikit. Dari pantauan JawaPos.com, pedagang yang menjual pernak-pernik Lebaran dengan yang tidak itu 1:4. Mungkin saja, pedagang merasa belum saatnya menjual hiasan dekorasi Lebaran di minggu ini.
Mengelilingi tempat ini, tak hanya ramai pengunjung. Derik matahari dan asap knalpot juga menghiasi siang ini. Saat JawaPos.com bertanya ke salah satu pedagang yang berjualan pernak-pernik Ramadan, ia mengaku sepi pengunjung.
"Tahun lalu, pengunjung yang datang untuk membeli hiasan Ramadan sudah ramai. Sekarang sepi," kata salah satu pedagang di pasar Asemka, Evi, Jakarta, Sabtu (26/5).
Ia pun mengaku tidak tau, apa penyebab lesunya pengunjung yang membeli pernak-pernik Ramadan. Pesaing yang semakin banyak, dikatakan Evi tidak berhubungan karena para pedagang yang berjualan di Asemka itu-itu saja.
"Mungkin faktor ekonomi, kalau pesaing kan orang sini ya itu-itu saja yang berjualan. Tapi kalau di tempat lain tidak tau," tuturnya.
Evi sendiri, menjual berbagai macam pernak-pernik Lebaran. Mulai dari amplop Lebaran, hiasan ketupat, lampu-lampu, slinger hiasan, dan banner Idul Fitri ia jual.
"Tiap tahun selalu rutin menjual pernak-pernik Lebaran dan yang paling ramai itu biasanya dari H-1 minggu Lebaran sampai H-2 Idul Fitri. Dari H-2 itu sudah mulai sepi," bebernya.
Pedagang lain, Anton, mengaku mengalami hal yang serupa. Dalam menjual pernak-pernik Lebaran, ia mengalami penurunan bila dibandingkan tahun lalu.
"Saya tidak tau mas penyebabnya, mungkin karena sudah zaman online ya. Orang tinggal membeli dari rumah dan tidak perlu datang langsung untuk membeli sambil berdesak-desakan dan panas-panasan," beber Anton.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
