
Suasana salat Tarawih di Masjid Jingjue, Tiongkok. Jamaah terdiri atas Muslim warga lokal, pendatang maupun ekspatriat dari berbagai negara.
MALAM itu, sekitar 50 orang mengikuti salat Tarawih di Masjid Jingjue. Masjid tersebut mampu menampung sekitar 200 jamaah. Tidak terlalu ramai memang meski terhitung masih di awal Ramadan.
"Setiap hari ya seperti ini suasananya," kata Susi Safitri, mahasiswa asal Indonesia yang jadi pemandu kami. "Karena memang populasi muslim di sini tidak terlalu banyak," tambahnya.
Malam itu kami salat Tarawih di masjid tua tersebut. Tak banyak perbedaan dengan Tarawih di Indonesia. Total 23 rakaat. Yang berbeda dengan di Indonesia, masjid di Tiongkok tak punya jamaah tetap. "Biasanya yang salat adalah pengurus masjid, penjaga masjid, dan para musafir yang singgah. Selebihnya tidak ada," katanya.
Yang juga berbeda adalah pengelolaan. Untuk biaya operasional, takmir mendapat bantuan dari pemerintah meski tidak banyak. Dan tentu saja mengandalkan infak dari jamaah.
Struktur kepengurusan juga lebih formal. Mereka mempunyai struktur resmi dan baku. Duduk dalam struktur yang paling atas perwakilan pemerintah Tiongkok. Baru kemudian di bawahnya ada para ahong (imam masjid), lalu pengurus harian.
Para takmir itu mendapat gaji dan kantor serta bekerja layaknya pegawai negeri sipil. "Ada jam kerjanya dan mereka terikat betul dengan aturan birokrasi," ucap Susi.
Ahong Masjid Jingjue juga ramah. Ketika Jawa Pos meminta waktu untuk bertemu keturunan Cheng Ho, mereka sangat welcome. "Beliau malah senang jika ada yang tanya soal Zheng He (Cheng Ho, Red)," kata Feng Bao Qian, pemimpin ahong Masjid Jingjue.
Para pengurus dan ahong di Masjid Jingjue itu juga sangat terbuka kepada tiap muslim yang datang. Bukan hanya dari Nanjing, tetapi juga dari negara lain. "Kami yakin yang datang ke sini selalu membawa niat baik. Tidak ada yang bermaksud jahat," terang Feng.
Bahkan, seorang muslim yang belum dikenal pun bisa mengakses fasilitas apa pun di dalam kompleks masjid seluas sekitar 1.000 meter persegi tersebut. Termasuk yang sekadar datang dan tidur-tiduran di dalam masjid. Sangat nyaman untuk musafir yang ingin sekadar sejenak melepas lelah. (*/c9/nw)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
