Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Mei 2018 | 00.59 WIB

Kolak dan Bubur Sumsum Jadi Takjil Favorit Warga Bandung

Pedagang takjil sedang melayani pembeli di Jalan Pusdai, Kota Bandung, Sabtu (19/5). - Image

Pedagang takjil sedang melayani pembeli di Jalan Pusdai, Kota Bandung, Sabtu (19/5).

JawaPos.com - Umat muslim tengah menjalankan ibadah puasa pada Ramadan 1439 H. Puasa identik dengan takjil dan aneka makanan khas yang selalu difavoritkan masyarakat.


Kolak makanan pembuka yang hanya ada pada Bulan suci Ramadan. Kolak sendiri memiliki berbagai macam jenis yakni pisang, ubi, kolang kaling, dan singkong dengan kuah legit gula merah. Namun yang kerap diserbu dan favorit warga Bandung, kolak ubi dan pisang.


Warga Bandung selalu mengunjungi pusat takjil di Jalan Pusdai Kota Bandung. Sebab, setiap tahun Jalan Pusdai selalu dipenuhi para pedagang kaki lima maupun pedagang musiman menjajakan beraneka macam takjil.


Warga Bandung, Hehan, 52, mengaku sengaja mengunjungi Jalan Pusdai untuk ngabuburit dan juga menyerbu makanan khas puasa.


"Saya mah sering ke sini, ya karena memang tempatnya jualan takjil. Terus yang dicari buat keluarga ya Kolak Ubi sama Pisang," kata Hehan di Jalan Pusdai, Bandung, Sabtu (19/5).


Kolak bukan cuma makanan favorit baginya, namun warga Bandung pasti selalu mencari kolak untuk dijadikan makanan pembuka puasa. Dengan rasanya yang enak, manis legit juga hanya ada saat puasa saja.


"Kolak enak, terus emang cuma ada pas puasa. Jadi kalau yang lain mah hari biasa juga ada, kan kolak mah ada cuma sekarang (puasa)," ujarnya.


Selain kolak, wargi Bandung pun memfavoritkan bubur sumsum. Bubur sumsum tidak jauh berbeda dengan kolak yakni manis legit. Pasalnya, warga memilih bubur sumsum karena teksturnya lembut.


"Bubur sumsum juga beli, buat cucu saya sula banget. Tapi tadi pun banyak yang beli dan ngantri bubur sumsum," ungkapnya.


Selain enak, harga pun terjangkau. Satu porsi kolak Rp 5.000 sedangkan untuk bubur sumsum Rp 3.000 - Rp 5.000 per porsi.


Para pedagang sudah mulai menjajakan barang dagangannya sejak pukul 16.00 WIB. Sedangkan tutup atau bubar pukul 18.00 WIB.


Lokasi Jalan Pusdai pun sangat strategis dan selalu ramai oleh pengunjung. Sebab, berdampingan dengan Masjid Pusdai Jawa Barat Jalan Diponegoro, Bandung. Di sekitar Masjid Pusdai kerap dijadikan tempat ngabuburit warga Bandung dan pengunjung. Selain luas juga memudahkan masyarakat setalah ngabuburit bisa langsung melanjutkan ibadah salat magrib, isya, dan tarawih.

Editor: Bintang Pradewo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore