Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 Maret 2025 | 20.53 WIB

Sejarah Penentuan Waktu Imsakiyah Untuk Memulai Berpuasa, Ternyata Bermula dari Promo Periklanan

Ilustrasi waku fajar saat dimulainya orang berpuasa. (Freepik) - Image

Ilustrasi waku fajar saat dimulainya orang berpuasa. (Freepik)

JawaPos.com – Imsakiyah Ramadhan adalah jadwal dimulainya waktu untuk berpuasa selama bulan suci Ramadhan.

Jadwal ini mencakup waktu salat, waktu berbuka puasa, hingga waktu dimulainya puasa setiap hari selama Ramadhan. Sebutan Imsakiyah berasal dari bahasa Arab yang berarti menahan, dan bisa diartikan sebagai berpuasa.

Adanya waktu imsak ditujukan pada orang-orang yang beriman untuk menjauhi makan, minum, dan hubungan suami istri sejak terbit fajar hingga terbenam matahari.

Dilansir dari laman Al-Arabiya News, berikut sejarah ditentukannya waktu imsakiyah untuk memulai berpuasa.

Awal mula adanya penjadwalan imsakiyah

Pada era Muhammad Ali dan dua tahun sebelum ia wafat, Imsakiyah diperkenalkan ke Mesir pada bulan Ramadan tahun 1262 H, yang bertepatan dengan bulan September 1846 M. Imsakiyah dicetak di mesin cetak Bulaq dan dikenal sebagai Imsakiyah Wali al-Nuam.

Tulisan imsakiyah dicetak pada kertas hias warna kuning berukuran 27 cm x 17 cm. Di bagian atasnya tertulis hari pertama Ramadan jatuh pada hari Senin dan bulan sabit terlihat jelas di selatan selama 35 menit. Di sana juga ada gambar Muhammad Ali Pasha yang dipajang pada kalender Imsakiyah.

Wassim menambahkan bahwa Imsakiyah mencakup tabel besar berisi jam-jam salat dan puasa untuk setiap hari di bulan Ramadan, menurut kalender Arab.

Imsakiyah dibagikan ke semua kantor pemerintah, dengan perintah kepada semua pegawai untuk tidak mengabaikan pekerjaan dan mendistribusikannya secara luas.

Bertujuan untuk periklanan

Antara tahun 1920 hingga 1940, Imsakiyah Ramadan berkembang dalam berbagai bentuk dan tujuan.

Imsakiyah pertama yang digunakan sebagai sarana periklanan, didistribusikan oleh percetakan Patung Renaisans Mesir, milik Mahmoud Khalil Ibrahim pada bulan Ramadan 1347 H, yang bertepatan dengan bulan Februari 1929 M.

Imsakiyah menampilkan pengumuman bahwa percetakan tersebut siap untuk mencetak semua jenis buku.

Pengusaha Yahudi Daoud Adas membawa tulisan imsakiyah ke tingkat yang lebih tinggi ketika ia mencetak Imsakiyah untuk tokonya di bulan Ramadan 1364 H yang bertepatan dengan bulan Agustus 1945 M.

Wassim menunjukkan bahwa imsakiyah yang dicetak oleh Daoud Adas, menjadi inspirasi bagi sebagian besar Imsakiyah Ramadan yang beraneka warna.

Editor: Bayu Putra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore