Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 10 April 2023 | 22.15 WIB

Ngabuburit di Ketinggian 99 Meter Menara Masjid Al Akbar Surabaya

JADI MAGNET: Edi Susanto bersama keluarga menikmati pemandangan Kota Surabaya dan kubah masjid dari Menara Masjid Al Akbar Surabaya - Image

JADI MAGNET: Edi Susanto bersama keluarga menikmati pemandangan Kota Surabaya dan kubah masjid dari Menara Masjid Al Akbar Surabaya

JawaPos.com - Kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya punya daya tarik tersendiri. Terutama ketika berkunjung di bulan Ramadan sembari ngabuburit menunggu waktu berbuka. Pengunjung tak hanya dari metropolis. Juga banyak yang berasal dari luar kota.

Pengunjung dapat menikmati sejumlah fasilitas di masjid terbesar kedua di Indonesia itu. Tentu saja, wisata menara menjadi yang paling dinanti sejak dari kejauhan.

Pengunjung dapat menikmati city view dari ketinggian 99 meter dengan embusan angin yang berasal dari sela-sela ventilasi. Anak-anak hingga orang dewasa bakal betah dan enggan untuk turun.

Biaya yang dikenakan pun tak terlalu mahal, hanya Rp 7 ribu setiap orang. Biasanya, pengunjung akan mampir terlebih dahulu di area outdoor lantai 2 menara.

Sudah pasti, berfoto ria pada ketinggian 16 meter dengan latar kubah masjid merupakan momen wajib. Setelah itu, mereka akan menuju ke lantai 3 dengan ketinggian 99 meter.

Tak usah bergidik ngeri. Keamanan pengunjung terjamin. Area indoor lantai 3 itu dapat menampung 50 orang dalam sekali waktu. Tapi, pengelola memberikan durasi waktu maksimal 30 menit.

Sebab, jumlah pengunjung cukup banyak yang terkadang antreannya sampai mengular. Misal, pada hari biasa dapat mencapai 100 orang. Kunjungan itu kian ramai saat weekend hingga berkisar 500-an orang.

’’Petugas akan mengimbau jika sudah melewati durasi,’’ kata Helmy M. Noor, humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.

Lift dapat mengangkut delapan orang sekaligus sekali naik. Jika ingin turun, pengunjung dapat menekan bel yang tersedia. Nanti ada petugas yang mengatur lift secara manual.

Hal tersebut dilakukan agar antrean bisa tertata. Wisata menara itu dibuka sejak pukul 08.00 hingga 17.00. Namun, akan ditutup sementara jika waktu salat telah tiba. Biasanya, puncak kunjungan terjadi saat sore. ’’Rata-rata yang datang rombongan keluarga,’’ ungkapnya.

Tak hanya itu, pengunjung juga dapat berjalan-jalan santai di Taman Asmaulhusna dan Taman Peradaban. Di sana, pengunjung dapat berfoto dengan beragam miniatur ikon beberapa kota.

Mulai dari Jalan Malioboro, Monumen Nasional, hingga Jembatan Suramadu. Anak-anak pun bakal semakin senang bermain dan ngabuburit. Pengelola juga telah menyiapkan acara agar semakin banyak yang datang seperti lomba patrol. ’’Ada kafe juga yang dikelola remaja masjid,’’ ujar Helmy.

Seorang pengunjung Dhea Rizky mengaku baru pertama mencoba wisata menara. Perempuan asal Mojokerto itu tertarik datang karena mengetahui cerita dari rekannya. Dia pun memutuskan untuk mencoba bersama keluarganya.

Baginya, hal tersebut merupakan pengalaman baru untuk menghabiskan waktu menunggu berbuka. ’’Tiket masuknya murah. Anak-anak juga senang,’’ ujarnya. (dho/c6/git)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore