
JADI MAGNET: Edi Susanto bersama keluarga menikmati pemandangan Kota Surabaya dan kubah masjid dari Menara Masjid Al Akbar Surabaya
JawaPos.com - Kawasan Masjid Nasional Al Akbar Surabaya punya daya tarik tersendiri. Terutama ketika berkunjung di bulan Ramadan sembari ngabuburit menunggu waktu berbuka. Pengunjung tak hanya dari metropolis. Juga banyak yang berasal dari luar kota.
Pengunjung dapat menikmati sejumlah fasilitas di masjid terbesar kedua di Indonesia itu. Tentu saja, wisata menara menjadi yang paling dinanti sejak dari kejauhan.
Pengunjung dapat menikmati city view dari ketinggian 99 meter dengan embusan angin yang berasal dari sela-sela ventilasi. Anak-anak hingga orang dewasa bakal betah dan enggan untuk turun.
Biaya yang dikenakan pun tak terlalu mahal, hanya Rp 7 ribu setiap orang. Biasanya, pengunjung akan mampir terlebih dahulu di area outdoor lantai 2 menara.
Sudah pasti, berfoto ria pada ketinggian 16 meter dengan latar kubah masjid merupakan momen wajib. Setelah itu, mereka akan menuju ke lantai 3 dengan ketinggian 99 meter.
Tak usah bergidik ngeri. Keamanan pengunjung terjamin. Area indoor lantai 3 itu dapat menampung 50 orang dalam sekali waktu. Tapi, pengelola memberikan durasi waktu maksimal 30 menit.
Sebab, jumlah pengunjung cukup banyak yang terkadang antreannya sampai mengular. Misal, pada hari biasa dapat mencapai 100 orang. Kunjungan itu kian ramai saat weekend hingga berkisar 500-an orang.
’’Petugas akan mengimbau jika sudah melewati durasi,’’ kata Helmy M. Noor, humas Masjid Nasional Al Akbar Surabaya.
Lift dapat mengangkut delapan orang sekaligus sekali naik. Jika ingin turun, pengunjung dapat menekan bel yang tersedia. Nanti ada petugas yang mengatur lift secara manual.
Hal tersebut dilakukan agar antrean bisa tertata. Wisata menara itu dibuka sejak pukul 08.00 hingga 17.00. Namun, akan ditutup sementara jika waktu salat telah tiba. Biasanya, puncak kunjungan terjadi saat sore. ’’Rata-rata yang datang rombongan keluarga,’’ ungkapnya.
Tak hanya itu, pengunjung juga dapat berjalan-jalan santai di Taman Asmaulhusna dan Taman Peradaban. Di sana, pengunjung dapat berfoto dengan beragam miniatur ikon beberapa kota.
Mulai dari Jalan Malioboro, Monumen Nasional, hingga Jembatan Suramadu. Anak-anak pun bakal semakin senang bermain dan ngabuburit. Pengelola juga telah menyiapkan acara agar semakin banyak yang datang seperti lomba patrol. ’’Ada kafe juga yang dikelola remaja masjid,’’ ujar Helmy.
Seorang pengunjung Dhea Rizky mengaku baru pertama mencoba wisata menara. Perempuan asal Mojokerto itu tertarik datang karena mengetahui cerita dari rekannya. Dia pun memutuskan untuk mencoba bersama keluarganya.
Baginya, hal tersebut merupakan pengalaman baru untuk menghabiskan waktu menunggu berbuka. ’’Tiket masuknya murah. Anak-anak juga senang,’’ ujarnya. (dho/c6/git)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
