Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 5 April 2023 | 23.48 WIB

Ngabuburit Bernuansa Pecinan di Kya-Kya Kembang Jepun Surabaya

KUMPUL BERSAMA: Sejumlah wisatawan lokal berkunjung ke Kya-Kya, Jalan Kembang Jepun, Surabaya, Sabtu (1/4). Lokasi tersebut menjadi salah satu jujukan untuk ngabuburit dan berbuka puasa. - Image

KUMPUL BERSAMA: Sejumlah wisatawan lokal berkunjung ke Kya-Kya, Jalan Kembang Jepun, Surabaya, Sabtu (1/4). Lokasi tersebut menjadi salah satu jujukan untuk ngabuburit dan berbuka puasa.

JawaPos.com - Kya-Kya reborn di Kembang Jepun Surabaya menjadi daya tarik bagi warga lokal Surabaya, luar kota, hingga mancanegara. Kawasan multikultural tersebut tidak hanya menyajikan tempat yang kental akan tradisi dan budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi surganya kuliner.

Apalagi, pada momen Ramadan, Kya-Kya menjadi salah satu tempat ngabuburit yang dikunjungi banyak orang. Mereka tidak hanya berburu kuliner untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga bisa mengunjungi kawasan wisata pecinan di Kya-Kya.

Kawasan wisata Kya-Kya reborn biasanya hanya dibuka pada saat weekend. Namun, pada Ramadan kali ini, Kya-Kya dibuka setiap hari.

Itu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu ngabuburit dengan berwisata di kawasan pecinan dan berakhir dengan menikmati kuliner di Kya-Kya saat berbuka puasa.

Kawasan kuliner Kya-Kya baru dibuka pukul 17.00. Namun, para pengunjung sudah mulai berdatangan sekitar pukul 16.00. Musik religi pun terdengar di tengah-tengah kawasan pecinan.

Yang terpenting, tersedia musala yang bersih bagi pengunjung muslim untuk salat. Para pengunjung biasanya dari kalangan anak muda, keluarga, hingga turis asing.

Salah seorang pengunjung Kya-Kya Anisa mengatakan, Kya-Kya menjadi salah satu tempat yang sering dikunjunginya. Pada Ramadan tahun ini, dia setidaknya sudah dua kali ngabuburit di Kya-Kya. Biasanya datang bersama keluarga.

’’Biasanya, setiap puasa memang ke sini. Sering sama anak dan suami,” kata warga Kecamatan Tambaksari itu saat ditemui pada Sabtu (1/4) lalu.

Ya, setidaknya ada 65 pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi pilihan pengunjung. Terdiri atas jajanan UMKM Kelurahan Bongkaran dan Nyamplungan serta masakan pecinan yang halal dari Apkrindo dan WKP.

Kuliner yang disajikan pun beragam. Mulai makanan Jawa, China, Arab, Korea Selatan, Jepang, hingga kuliner kekinian.

’’Saya suka buka bersama di sini sambil ngabuburit. Tempatnya luas dan bersih. Pilihan makanannya juga banyak,” ujarnya.

Salah seorang pedagang UMKM Kya-Kya Lani mengatakan, sebelumnya Kya-Kya hanya buka setiap weekend. Selama Ramadan dibuka setiap hari.

Namun, jumlah pengunjung saat weekday masih sedikit karena banyak orang yang kurang tahu. ’Kalau weekend ramai,” ujarnya. (ayu/c6/git)

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore