
KUMPUL BERSAMA: Sejumlah wisatawan lokal berkunjung ke Kya-Kya, Jalan Kembang Jepun, Surabaya, Sabtu (1/4). Lokasi tersebut menjadi salah satu jujukan untuk ngabuburit dan berbuka puasa.
JawaPos.com - Kya-Kya reborn di Kembang Jepun Surabaya menjadi daya tarik bagi warga lokal Surabaya, luar kota, hingga mancanegara. Kawasan multikultural tersebut tidak hanya menyajikan tempat yang kental akan tradisi dan budaya Tionghoa, tetapi juga menjadi surganya kuliner.
Apalagi, pada momen Ramadan, Kya-Kya menjadi salah satu tempat ngabuburit yang dikunjungi banyak orang. Mereka tidak hanya berburu kuliner untuk berbuka puasa bersama, tetapi juga bisa mengunjungi kawasan wisata pecinan di Kya-Kya.
Kawasan wisata Kya-Kya reborn biasanya hanya dibuka pada saat weekend. Namun, pada Ramadan kali ini, Kya-Kya dibuka setiap hari.
Itu membuka kesempatan bagi masyarakat untuk menghabiskan waktu ngabuburit dengan berwisata di kawasan pecinan dan berakhir dengan menikmati kuliner di Kya-Kya saat berbuka puasa.
Kawasan kuliner Kya-Kya baru dibuka pukul 17.00. Namun, para pengunjung sudah mulai berdatangan sekitar pukul 16.00. Musik religi pun terdengar di tengah-tengah kawasan pecinan.
Yang terpenting, tersedia musala yang bersih bagi pengunjung muslim untuk salat. Para pengunjung biasanya dari kalangan anak muda, keluarga, hingga turis asing.
Salah seorang pengunjung Kya-Kya Anisa mengatakan, Kya-Kya menjadi salah satu tempat yang sering dikunjunginya. Pada Ramadan tahun ini, dia setidaknya sudah dua kali ngabuburit di Kya-Kya. Biasanya datang bersama keluarga.
’’Biasanya, setiap puasa memang ke sini. Sering sama anak dan suami,” kata warga Kecamatan Tambaksari itu saat ditemui pada Sabtu (1/4) lalu.
Ya, setidaknya ada 65 pedagang usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) yang menjadi pilihan pengunjung. Terdiri atas jajanan UMKM Kelurahan Bongkaran dan Nyamplungan serta masakan pecinan yang halal dari Apkrindo dan WKP.
Kuliner yang disajikan pun beragam. Mulai makanan Jawa, China, Arab, Korea Selatan, Jepang, hingga kuliner kekinian.
’’Saya suka buka bersama di sini sambil ngabuburit. Tempatnya luas dan bersih. Pilihan makanannya juga banyak,” ujarnya.
Salah seorang pedagang UMKM Kya-Kya Lani mengatakan, sebelumnya Kya-Kya hanya buka setiap weekend. Selama Ramadan dibuka setiap hari.
Namun, jumlah pengunjung saat weekday masih sedikit karena banyak orang yang kurang tahu. ’Kalau weekend ramai,” ujarnya. (ayu/c6/git)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
Terdepak dari Puncak Klasemen Liga Inggris, Bayang-bayang Kegagalan Juara di Akhir Musim kembali Menghantui Arsenal
18 Rekomendasi Sarapan Pagi di Bandung Paling Sedap, Sederet Kuliner Mantap yang Wajid Disantap
Profil Agnes Aditya Rahajeng, Pemenang Puteri Indonesia 2026
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
