Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 20 Januari 2019 | 19.45 WIB

Hati-hati, Simak 8 Alasan Air Pipis Berbau Tak Sedap

Aroma buang air kecil tak sedap bisa menandakan ada yang tak beres dengan kesehaatan Anda. - Image

Aroma buang air kecil tak sedap bisa menandakan ada yang tak beres dengan kesehaatan Anda.

JawaPos.com - Air seni atau pipis bisa menjadi sinyak alarm kondisi kesehatan seseorang. Selain itu, warna air seni juga bisa menjadi tanda seberapa dehidrasi seseorang. Bahkan aroma atau baunya pun bisa menjadi alarm.


Dilansir dari Men's Health, Jumat (18/1), ada sejumlah alasan yang menjadi tanda ada yang salah di dalam tubuh ditandai dengan aroma pipis. Maka segeralah cek ke dokter jika hal itu belum bisa teratasi.


Dehidrasi


Pernahkah air seni berbau amonia. Sama seperti tidak mengonsumsi H20 atau air yang cukup dapat membuat kencing menjadi lebih kuning. Selain itu juga bisa membuatnya lebih bau. Ketika tubuh memecah protein yang dimakan, senyawa tak berwarna yang disebut urea akan terbentuk yang diekskresikan melalui urin. Air mencairkan urea, jadi jika tubuh tidak cukup menghidrasi. Dan kencing akan beraroma seperti amonia. Maka dari itu minumlah lebih banyak.


Pola Makan


Air seni yang dihasilkan orang-orang yang mengonsumsi makanan berbau setelah makan biasanya air seninya juga bisa berbau. Misalnya jengkol, petai, dan asparagus. Senyawa belerang tertentu ditemukan di asparagus. Lalu bawang juga mengandung belerang. Serta protein yang tinggi seperti ikan juga bisa membuat air seni berbau.


Kebanyakan Minum Kopi


Biji kopi mengandung senyawa yang disebut caffeol, yang dilepaskan saat dipanggang. Proses itu memberikan aroma kopi yang sedap. Tapi kandungan tersebut tidak semua larut dalam air. Artinya tetap utuh saat mengalir melalui sistem dan keluar saat pipis. Jika minum kopi dalam jumlah normal, maka caffeol akan lebih terkonsentrasi.


Infeksi Saluran Kemih


Ketika infeksi terjadi, bakteri dapat mengubah warna dan bau urin. Biasanya, seseorang akan merasa bahwa urinnya berbau seperti amonia. Infeksi Saluran Kemih juga membuat urin sering keruh atau berdarah. Karena infeksi biasanya disebabkan oleh bakteri. Maka antibiotik dari dokter dapat mengatasinya.


Konsumsi Suplemen atau Obat


Beberapa vitamin, obat-obatan, dan suplemen memiliki bahan yang dapat mengubah bau kencing. Siapa pun yang mengonsumsi multivitamin terutama yang mengandung vitamin B, maka aromanya bisa berbau dan warnanya kuning neon. Obat-obatan seperti antibiotik juga dapat menyebabkan bau pada urin. Sebab obat-obatan yang mengandung penisilin berasal dari jamur.


Sedang Diet


Mencoba diet keto atau diet rendah karbohidrat membuat tubuh kekurangan gula dan karbohidrat. Tubuh mulai memecah lemak dan asam lemak untuk bahan bakar. Hasilnya, terjadi penumpukan keton atau sejenis asam yang diproduksi oleh hati. Ketika keton berhasil menembus sistem, Anda mungkin melihat urin berbau.


Diabetes

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore