
Menu sarapan sehat sehat harus memenuhi gizi seimbang.
JawaPos.com - Tak hanya mengenyangkan, bunda di rumah juga perlu memikirkan menu sarapan sehat untuk sang anak. Ketua Umum Pergizi Pangan Indonesia, Prof. dr. Hardinsyah, MS, menjelaskan, tubuh membutuhkan gizi yang tepat untuk mengembalikan energi setelah tubuh berpuasa selama 8 jam ketika tidur malam.
Sehingga dibutuhkan asupan yang tepat dengan menu sarapan sehat nan bergizi. “Menu sarapan sehat bergizi adalah yang mengandung karbohidrat, lemak, protein, vitamin, mineral dan air," jelasnya dalam kampanye Sarapan Bernutrisi Agar Perut Terisi Siap Konsentrasi bersama Energen, Selasa (31/7).
Riset yang telah dilakukan oleh Pergizi Pangan Indonesia menyebut konsumsi sarapan sehat dengan gizi seimbang berperan besar bagi anak-anak sekolah. Di samping itu, menu sarapan sehat harus mampu memenuhi kebutuhan gizi harian.
“Sarapan bergizi terbukti mampu mengembalikan energi tubuh dan terbukti membantu meningkatkan konsentrasi pada saat belajar hingga membantu meningkatkan prestasi akademis, menjaga daya tahan tubuh agar tetap sehat, sekaligus mencegah anak dari konsumsi jajanan yang tidak sehat”, jelas Prof. Hardinsyah.
Tak masalah apapun karbohidratnya. Anak-anak bisa mendapatkannya, baik itu nasi putih ataupun nasi merah. Kemudian dari roti atau mi.
"Intinya karbo bisa diperoleh dari mana saja. Berbagai daerah tertentu suka nasi merah, nasi putih, tapi dalam konteks anak sekolah, tanya anak sukanya yang mana," jelasnya.
Maka bicara porsi, kata Prof. Hardinsyah, Kementerian Kesehatan sudah menganjurkan pedoman Piring Makanku dan kembali digaungkan oleh Wakil Presiden Jusuf Kalla menjadi Isi Piringku. Maka, untuk menu sarapan sehat, dalam satu piring harus terdapat separuh komponen vitamin mineral yaitu sayur. Kemudian 20 persen lauk pauk san 30 persen makanan pokok karbohidrat.
"Tahu dan tempe dua potong kecil sama dengan 1 butir telur. Ketika dijadikan dalam bentuk nasi, 1 piring dibagi-bagi. Antar orang berbeda, semakin besar orang maka piringnya semakin besar," katanya.
Maka jika kebutuhan kalori seseorang adalah 1500 kkal, porsi kalori saat sarapan adalah sepertiganya. Sehingga dia menekankan pentingnya sarapan bagi tubuh, bisa menopang energi dalam menjalankan aktivitas.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
