Logo JawaPos
Author avatar - Image
Sabtu, 21 April 2018 | 01.45 WIB

Sebelum Vaksin, Ketahui Perkembangan Kanker Serviks Lewat Tes HPV DNA

Ilustrasi: HPV menjadi momok bagi perempuan karena memicu kanker serviks. - Image

Ilustrasi: HPV menjadi momok bagi perempuan karena memicu kanker serviks.

JawaPos.com - Virus Human Pappiloma Virus (HPV) bisa menyebabkan kanker jika masuk ke dalam tubuh melalui celah luka pada lapisan kulit (epitel) di serviks. Luka itu bisa berupa sobekan kecil bahkan saat berhubungan seksual.


Sehingga, luka tersebut jadi pintu masuk bagi virus yang dapat mengivasi seluruh jaringan serviks sampai ke dalam sel hingga HPV akan menggandakan diri. Sel lama-lama berubah menjadi kanker. Unutk itu diperlukan kesadaran diri untuk melakukan vaksin HPV.

WHO Global Advisory Committee on Vaccine Safety menyatakan vaksin HPV sangat aman. Sudah 205 juta dosis vaksin HPV digunakan di seluruh dunia sampai tahun 2015 dan tidak ada efek samping serius yang ditemukan. Karena dibuat dari VLP (virus like particle) atau partikel mirip virus yang tidak mengandung materi DNA sehingga tidak menyebabkan penyakit atau kanker.


Ahli Vaksin dari In Harmoni Clinic Dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPD memaparkan, sebelum vaksin, guna mengetahui adanya HPV dalam tubuh atau tidak bisa dilakukan dengan tes HPV DNA. Metode pengambilan sampel jaringan serviks sama dengan papsmear.


Hanya saja jika hasil sapuan jaringan serviks data papsmear dilihat di bawah mikroskip untuk melihat perubahan jaringan serviks. Sedangkan, pada HPV DNA pemeriksaan dilanjutkan dengan mencari DNA HPV. Setelah itu dicari tipe virusnya.


“Jika positif ditemukan HPV penyebab kanker misalnya tipe 11, 18 atau 52, maka dicari apakah sudah ada tanda perubahan jaringan yang mengarah ke kanker," Ahli Vaksin dari In Harmoni Clinic Dr. Kristoforus Hendra Djaya, SpPD dalam konferensi pers bersama Forum Ngobras dengan tema Ayo Vaksinasi HPV, Kamis (19/4).


Rekomendasinya dilakukan tindakan operasi meskipun belum bergejala. Akan tetapi jika tidak ditemukan HPV DNA maka dianjurkan vaksin HPV. "Tes HPV DNA cukup dilakukan 4-5 tahun sekali jika hasilnya negatif," tutupnya.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore