Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 17 Juli 2017 | 06.36 WIB

Poli di RSUD Ini Tambah 164 Pasien Baru HIV/AIDS

KONSULTASI : Kepala Poli Mawar Safuan Hadi (kiri) yang didampingi konselor - Image

KONSULTASI : Kepala Poli Mawar Safuan Hadi (kiri) yang didampingi konselor


JawaPos.com – Puluhan pasien HIV/AIDS mengantre di Poli Mawar Merah RSUD Sidoarjo, Kamis (13/7). Mereka datang untuk mengambil obat antiretroviral (ARV) hingga konseling.



Kepala Poli Mawar Merah RSUD Sidoarjo Safuan Hadi menyebutkan, hingga Juni tahun ini, Poli Mawar RSUD Sidoarjo telah menerima 3.453 pasien HIV/AIDS. Rata-rata, dalam sebulan, ada sekitar 575 pasien. Bahkan, setiap bulan ditemukan pasien baru. Tahun ini total 167 pasien baru positif HIV/AIDS ditemukan di RSUD Sidoarjo.



Menurut Safuan, data tersebut hanya yang tercatat di RSUD. Kemungkinan, angka riilnya lebih besar lagi. ’’Peningkatannya sampai 100 pasien dalam sebulan. Itu terlihat dari grafik April menuju Mei,’’ katanya.



Apalagi, sebagian besar temuan pasien baru tersebut merupakan pasien rujukan. Pasien itu baru diketahui mengidap HIV/AIDS ketika mengalami sakit dengan infeksi oportunistik (IO). Mulai tuberkulosis (TBC), hepatitis, hingga toksoplasmosis. ’’Sudah dirawat, tidak sembuh-sembuh. Begitu diperiksa, ternyata HIV positif,’’ ujar Safuan.



Program voluntary counseling testing (VCT) yang didorong poli mawar merah juga berhasil menjaring kasus-kasus baru HIV. Total, ada 23 pasien. Sisanya merupakan pasien dengan IO yang menjalani rawat inap di RSUD dan rujukan dari rumah sakit atau puskesmas. ’’Banyak yang shock, tidak terima, dan marah setelah mengetahui hasilnya positif. Tetapi, kami berusaha menyemangati agar tidak down,’’ jelasnya.



Saat ini kasus HIV paling banyak terjadi pada pelanggan seks, disusul oleh ibu rumah tangga (IRT) yang terkena dampak dari suami yang suka ’’jajan’’. Urutan ketiga diduduki oleh homoseksual atau lelaki seks lelaki (LSL). ’’Justru (penularan HIV/AIDS) jarum suntik sekarang ini kami belum menemukan kasusnya,’’ ujarnya.



Pasien HIV/AIDS di RSUD rata-rata berusia produktif. Yang paling banyak berusia 20–35 tahun. Sekitar 80 persen penularannya melalui seks bebas. Mereka kini mengikuti pengobatan ARV untuk menunjang daya tahan tubuh. Namun, tidak sedikit pula yang putus pengobatan. Akibatnya, kondisinya semakin buruk.



’’Kalau sudah ARV, memang harus komitmen. Tidak ada obat untuk menyembuhkan HIV, tetapi ARV bisa membuat pasien bertahan hidup lebih lama,’’ ungkapnya. (ayu/c20/pri)


Editor: Suryo Eko Prasetyo
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore