Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 14 Mei 2018 | 16.05 WIB

Save Our Shark, Benarkah Minyak Ikan Hiu Aman untuk Kesehatan?

Ilustrasi minyak ikan hiu yang diambil dari ikan laut dalam dan dimanfaatkan untuk kesehatan. - Image

Ilustrasi minyak ikan hiu yang diambil dari ikan laut dalam dan dimanfaatkan untuk kesehatan.

JawaPos.com - Selama ini, minyak ikan diketahui banyak berkhasiat untuk kesehatan. Selain mengandung asam folat dan omega-3 yang tinggi, minyak ikan juga bisa meningkatkan daya tahan tubuh. Salah satunya yang paling baik adalah minyak ikan hiu yang diambil dari laut dalam.


Catatan organisasi pelestarian satwa WWF, ikan hiu mengandung banyak akumulasi logam merkuri. Apalagi biu juga rentan punah. Lalu bagaimana dengan minyak ikan hiu? 


Minyak ikan hiu didominasi dari jenis hiu laut dalam. Hiunya berukuran kecil hanya 1 meter. Ikan di laut dalam biasanya bereproduksi yang begitu langka. Sehingga jumlahnya sangat sedikit.


"Justru ikan laut dalam itu langka. Justru lebih rentan terhadap pemanfaatan. Minyak ikan laut dalam itu yang paling laku," kata Bycatch and Shark Conservation WWF Dwi Aryoga Gautama dalam konferensi pers di Bandar Djakarta, Tangerang, Minggu (13/5).


Tentu jika ikan hiu rentan terpapar merkuri, tak bisa menjamin juga dengan minyak ikan hiu aman atau terpapar. Karena itu, saat ini masyarakat disarankan untuk mengganti kandungannya dengan biji-bijian bukan ikan hiu.


"Untuk kesehatan memang minyak ikan hiu sering dipakai sebagai obat. Namun saat ini sudah direkomendasikan sebaiknya pakai biji-bijian," kata Yoga.


Lalu bagaimana cara nelayan mengambil minyak ikan hiu? Tubuh ikan hiu 80-90 persen adalah minyak. Sehingga hanya dengan menggantung ikannya saja, minyak sudah akan mengucur ke bawah.


"Tinggal diambil pakai gelas-gelas minyaknya. Hanya digantung saja ikannya, atau bisa juga dari hatinya," jelasnya.


Begitu juga untuk dagingnya, daging ikan hiu memiliki karakter yang lembek. Sehingga dalam memasaknya juga diperlukan pengolahan khusus.


"Maka demi Save Our Shark kami sarankan agar hiu tak lagi untuk jadi konsumsi karena populasinya semakin langka terancam punah," tegas Yoga.

Editor: Nurul Adriyana Salbiah
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore