Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 29 Maret 2024 | 17.25 WIB

Vitamin B9, Nutrisi Penting yang Bermanfaat Bagi Kesehatan, Salah Satunya Mengurangi Risiko Cacat Pada Janin

Ilustrasi vitamin B9. (Freepick) - Image

Ilustrasi vitamin B9. (Freepick)

JawaPos.com - Folat, yang merupakan bentuk alami dari vitamin B9, dan asam folat, yang merupakan bentuk sintetisnya.

Folat ditemukan secara alami dalam makanan seperti kacang-kacangan dan buah jeruk, sementara asam folat sering ditambahkan ke makanan yang diperkaya vitamin B9 seperti roti, pasta, dan sereal, serta tersedia dalam bentuk suplemen.

Fungsi folat atau vitamin B9 sangat penting dalam proses pembelahan sel untuk membentuk sel-sel baru yang sehat. Selain itu, folat juga diperlukan untuk pembentukan DNA dan bahan genetik lainnya dalam tubuh.

Selama kehamilan, vitamin B9 dalam bentuk folat memainkan peran yang signifikan dalam mencegah cacat pada bayi dan mengurangi risiko kelahiran prematur.

Tak hanya bermanfaat bagi kesehatan janin, penelitian juga menunjukkan bahwa vitamin B9 dapat memiliki manfaat dalam mengurangi risiko penyakit tertentu, seperti penyakit stroke, dan kanker tertentu.

Dilansir dari Medical News Today pada Kamis (28/3), berikut merupakan pebjelasan lebih lanjut mengenai manfaat folat atau vitamin B9 bagi kesehatan.

1. Mengurangi risiko stroke
Mengurangi risiko stroke dengan mengonsumsi asam folat, ini dikarenakan adanya penurunan kadar homosistein, sejenis asam amino yang ada di dalam tubuh.

Kadar homosistein yang tinggi telah berkaitan dengan peningkatan risiko penyakit kardiovaskular dan stroke.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa mengonsumsi asam folat dapat berkaitan dengan risiko stroke yang lebih rendah.

Hal ini menunjukkan pentingnya asam folat dalam menjaga kesehatan pembuluh darah dan mengurangi risiko penyakit terkait sirkulasi darah.

2. Mengurangi risiko terhadap penurunan fungsi kognitif otak
Mengurangi risiko terhadap penurunan kognitif otak merujuk pada penurunan fungsi kognitif atau pikiran, seperti penurunan daya ingat atau kemampuan berpikir yang lebih rendah.

Homosistein, sejenis asam amino, telah dikaitkan dengan peningkatan risiko terjadinya demensia atau gangguan kognitif lainnya.

Studi menunjukkan bahwa asupan asam folat dapat mengurangi kadar homosistein dalam tubuh, dimana ini berpotensi untuj membantu menjaga memori dan fungsi eksekutif, seperti kemampuan untuk merencanakan dan mengambil keputusan, terutama pada individu yang rentan mengalami penurunan kognitif karena penuaan atau faktor risiko lainnya.

Penelitian menunjukkan bahwa asupan nutrisi ini dapat memberikan manfaat dalam menjaga kesehatan otak dan fungsi kognitif pada populasi tertentu.

3. Mengurangi risiko cacat pada tabung saraf janin
Pada dasarnya, kekurangan asam folat dapat meningkatkan risiko cacat tabung saraf pada janin.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore