
Menu sarapan yang lengkap sangat baik untuk menambah energi.
JawaPos.com - Banyak orang melewatkan sarapan. Padahal sarapan merupakan salah satu aktivitas penting untuk menambah energi sebelum seseorang memulai kegiatan. Sarapan juga akan membantu otak merangsang daya berpikir atau kognitif.
Perwakilan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) dr Ulul Albab, SpOG, menjelaskan sarapan adalah aktivitas yang harus dilakukan untuk mengawali hari. Tidak hanya sekedar makan, namun sarapan harus memenuhi 25 persen sumber energi yang dibutuhkan untuk beraktivitas sepanjang hari.
"Pendapat ini terasa relevan dan sudah terbukti secara ilmiah. Sarapan merupakan bagian gaya hidup sehat yang sebaiknya tidak dilewatkan dan sangat penting dilakukan karena faktanya tubuh tetap membutuhkan energi untuk bekerja bahkan saat kita tertidur karena organ tubuh tetap bekerja," paparnya dalam Konferensi Pers kampanye 'Sarapan Bernutrisi Agar Perut Terisi Siap Konsentrasi', Selasa (31/7).
Terlebih sarapan mempunyai pengaruh positif terhadap proses pembelajaran di sekolah. Termasuk kinerja kognitif dan prestasi saat sekolah. Kinerja kognitif ini terutama dalam hal daya ingat dan kemampuan memperhatikan pelajaran di sekolah.
Begitu pentingnya sarapan, namun sayangnya masih banyak anak usia sekolah yang melewatkannya. Dengan alasan beragam, misalnya sulit membangunkan anak lebih pagi, sulit diajak makan, tidak cukup waktu untuk mempersiapkan sarapan di pagi hari atau takut terlambat ke sekolah.
"Ini patut disayangkan mengingat sarapan ternyata memiliki korelasi erat dengan kerja otak dan pengaruhnya pada kemampuan konsentrasi dan berpikir akademis," tegas Ulul yang berpraktik di RSUD Pasar Rebo itu.
Dengan kata lain, makan pagi sebelum beraktivitas pada anak penting karena dapat membantu mengembangkan cara berpikirnya. Anak-anak yang jarang atau tidak pernah sarapan akan memiliki cabang otak yang sedikit sehingga menghambat daya berpikirnya. Sedangkan anak yang selalu makan pagi akan memiliki banyak cabang di otak sehingga menghasilkan anak yang cepat tanggap.
"Paling penting sarapan itu adalah lebih banyak karbohidrat ketimbang proteinnya. Sebab untuk mendapatkan energi yang cukup sebelum beraktivitas," tegasnya.
Semangat anak Indonesia siap konsentrasi menginspirasi Energen untuk menggelar kampanye 'Sarapan Bernutrisi Agar Perut Terisi Siap Konsentrasi'. Sarapan sangat penting untuk mengembalikan energi yang terpakai ketika tidur malam 8 jam seperti berpuasa ketika organ tubuh tetap bekerja tetapi tidak ada asupan yang masuk ke dalam tubuh.
"Melalui kampanye Perut Terisi Siap Konsentrasi, Energen mengajak keluarga Indonesia menerapkan kebiasaan sarapan teratur yang bergizi dengan segelas Energen," kata Marketing Manager Sr, Healthy Food Division, Jonathan Setiadi.
Kampanye yang akan digelar selama tahun 2018 diharapkan akan meningkatkan pemahaman dan keinginan masyarakat untuk membiasakan sarapan bergizi sebagai awal yang penting dalam memulai hari, sama seperti nilai yang terkandung di dalam Energen yaitu Everyday Nutritious Start. Melalui kampanye itu, diklaim membantu mewujudkan misi membangun anak Indonesia agar siap beraktivitas setiap hari.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
