Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 25 Juli 2017 | 05.51 WIB

Apapun Terapinya, Godaan Berhenti Merokok Tetap Sulit

Ilustrasi - Image

Ilustrasi

JawaPos.com – Pola Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) bisa dimulai salah satunya dengan tekad berhenti merokok. Sebab, rokok menyebabkan berbagai faktor risiko penyakit seperti jantung koroner, jantung, dan kanker. Menyadari bahaya rokok, banyak masyarakat yang berupaya ingin berhenti merokok. Namun sayangnya seringkali usahanya sia-sia.


Dokter Spesialis Jantung dan Pembuluh Darah RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita, dr. Ade Meidian Ambari, SpJP, menjelaskan, faktor adiksi atau kecanduan pada rokok begitu kuat sehingga menggoda para perokok yang sudah berusaha berhenti untuk kembali. Sehingga, tak cukup hanya ingin tetapi juga memerlukan wadah khusus.


Berhenti merokok itu enggak mudah, salah satu caranya dengan ikut konseling. Orang bisa saja berhenti merokok, namun yang menjadi masalah adalah efek adiksinya, sehingga kemungkinan kembali merokok sangat besar,” tegasnya kepada JawaPos.com, Senin (24/7).


Ade menambahkan, RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita sudah lama menangani para perokok berat yang ingin berhenti merokok lewat Klinik Berhenti Merokok. Namun setiap orang berbeda-beda kadar kecanduannya dan tak bisa ditargetkan kapan akan pulih.


“Beda-beda ya berapa lama pengobatannya di klinik itu, ada yang beberapa bulan bisa berhenti. Ada yang sudah tahunan berhenti lalu kembali lagi, dan ada yang tiga bulan di klinik itu juga sudah bisa berhenti,” katanya.


Sehingga perokok berat harus ditangani konselor khusus dan diberikan berbagai terapi sebagai pengganti nikotin. Kemudian diikutsertakan di dalam grup dan berbagai terapi.


“Namun kadang pasien saat kena serangan jantung bisa menjadi syok terapi ingin berhenti merokok,” katanya tertawa.


Padahal seseorang yang berhenti merokok sepuluh tahun, kondisi tubuhnya 50 persen sama dengan orang sehat yang tak merokok. Bahkan jika seseorang sudah berhenti merokok 15 tahun, maka kondisi tubuhnya 100 persen sama seperti orang tak merokok. Sayangnya, untuk berhenti merokok terlalu banyak godaannya.

Editor: Fadhil Al Birra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore