Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 11 Agustus 2017 | 03.28 WIB

Menyakitkan, Ini yang Terjadi Saat Perokok Berat Tak Konsumsi Nikotin

Ilustrasi perkok. - Image

Ilustrasi perkok.

JawaPos.com - Merokok dalam pengertian medis artinya memasukkan zat berbahaya pemicu berbagai peyakit ke dalam tubuh. Ribuan zat berbahaya masuk ke dalam tubuh selain tar dan nikotin. Lalu apa yang terjadi jika seorang perokok berat tida mendapatkan asupan nikotin selama satu hari? 


Peneliti Universitas Padjajaran dan Pendiri Yayasan Pemerhati Kesehatan Publik, Amaliya menjelaskan bahaya dari rokok adalah pembakarannya. 


Sebab, rokok menghasilkan 7 ribu zat kimia atau zat sampah yang terhirup tubuh. Dia menganalogikan hal itu sama dengan asap knalpot. 


Namun di satu sisi, nikotin sebetulnya ada efek positifnya bagi tubuh. Bahaya dari rokok adalah efek tar dari pembakaran yang dihasilkan rokok dan masuk ke dalam tubuh.  


"Nikotin itu sebetulnya ada sisi positifnya. Membuat orang awas, aware, tingkatkan darah yang hipoglikemi atau darah rendah, tingkatkan glukosa darah. Sehingga ketika orang merokok enggak makan tak masalah. Karena menjadi enggak lapar," ungkap Amaliya, Rabu (9/8). 


Efek nikotin bisa dijadikan sebagai dopping bagi seseorang dalam pekerjaannya. Namun bagi perokok, selain nikotin ada zat sampah masuk yaitu tar. 


Amaliya mengungkapkan merokok adalah cara kotor memasukkan nikotin ke dalam tubuh. Lalu apa yang terjadi jika perokok berat tak merokok?


"Kalau narkoba memberikan efek sakau jika tak dikonsumsi. Akan tetapi jika sekarang nikotin dikurangi, tentu rasanya enggak enak sekali. Tak masukan nikotin dengan jumlah yang tak sesuai dengan jumlah yang biasa bisa menyakitkan bagi tubuh," ungkap Amaliya.


Seorang perokok berat yang kekurangan asupan nikotin akan merasa gelisah dan agitasi. Mereka juga bisa menggigit kukunya karena cemas. 


"Dengan rokok elektrik yang sebelumnya craving tak bisa konsentrasi hal itu bisa diredakan. Dengan mengganti sepenuhnya ke rokok elektrik, dari 100 orang maka kemungkinan berhenti merokok bisa 70 persen," jelasnya.

Editor: Dimas Ryandi
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore