Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 3 Oktober 2017 | 01.04 WIB

20 Ribu Anggota Pasukan Elite Polisi Belum Pegang Senjata, Serius?

Pasukan Elite Polri, Brigade Mobil (Brimob) - Image

Pasukan Elite Polri, Brigade Mobil (Brimob)

JawaPos.com - Penahanan ribuan senjata milik Polri oleh Badan Intelijen Strategis (Bais TNI) berpolemik panjang. Bahkan polemik ini meluas hingga pengadaan senjata yang dianggap tak transparan.


Pengamat kepolisian, Adrianus Meliala mengatakan pengadaan senjata itu harus dilakukan. Terlebih untuk Korps Brimob Polri yang memang satuan khusus dan wajib dilengkapi senjata lengkap.


“Menurut saya, Brimob sekarang dalam situasi sulit. Organisasi serta personelnya dibesarkan tanpa didukung persenjataan yang memadai,” kata dia kepada JawaPos.com, Senin (2/10).


Adrianus menerangkan, dari 40 ribu anggota brimob yang ada, hanya setengah yang memegang senjata laras panjang. “Kalau fokus pada senjata khusus kepolisian (model flash gun) lebih kecil lagi,” sambung dia.


Sementara untuk senjata seperti pelontar gas air mata atau granat kata dia sudah banyak yang “dikanibal”. Maka, penambahan senjata menjadi keharusan.


“Mengapa yang dipesan sekarang adalah peluncur, mungkin cuma soal ketersediaan barang saja,” tambahnya.


Salah satu anggota Ombudsman ini menambahkan, Brimob kelihatannya belum akan mengubah diri dari format sebagai polisi paramiliter dengan kemampuan wantempur.


“Tentunya ada pertimbangan bahwa insurgency seperti yang terjadi di Poso atau Papua adalah yang akan menjadi urusan Brimob ke depan. Untuk teror (Densus 88), kelihatannya sudah memadai,” tukas dia.

Editor: Administrator
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore