
ILUSTRASI. (NINA/JAWA POS)
The Raid membuka mata dunia pada sinema Indonesia dan khazanah perkelahiannya.
DIKLAIM sangat dipengaruhi oleh film-film aksi Hongkong, namun ada kemungkinan ia juga berutang kepada sinema India. Rama, dalam beberapa hal, adalah Inspektur Vijay kita.
Inspektur Vijay adalah protagonis Zanjeer (std Prakash Mehra, 1973), film pertama Amitabh Bachchan sebagai polisi, setelah ia mengalami pecah telur kariernya dengan menjadi dokter pendiam di film Anand (Hrishikesh Mukherjee, 1971). Aktor yang di awal kariernya dianggap tak cukup ideal untuk film India (tubuhnya terlalu tinggi, kaku, dan wajah muram) akhirnya menemukan takdirnya sebagai jagoan.
Sejak itu nama Vijay adalah formula; ia dipakai secara berulang untuk karakter-karakter yang dimainkan Bachchan kemudian. Selama kariernya, tak kurang 23 kali Bachchan menjadi Vijay. Vijay menjadi sangat identik dengan Bachchan, dan secara umum dengan film India. Mudah disimpulkan, hampir pasti dari sinilah publik Indonesia punya idiom ”Inspektur Vijay” untuk menyebut semua karakter polisi di film India.
Namun, dari 23 Vijay, Inspektur Vijay bukanlah yang paling jagoan. Vijay sang polisi di Zanjeer boleh memulai, tapi Vijay si pencuri di Deewar-lah yang terbesar. Sementara Vijay pertama menjadikan hukum untuk menunaikan dendam, Vijay yang kedua justru melawan hukum untuk menunjukkan dendamnya.
Deewaar (Yash Chopra, 1975) berkisah tentang seorang gangster yang membesarkan adiknya menjadi polisi dan kemudian mati di tangannya. Tak hanya film paling penting dalam karier Bachchan, Deewaar juga salah satu film India paling ikonik dalam sejarah sinema mereka. Sutradara Inggris Danny Boyle menyebutnya sebagai ”kunci menuju sinema India”, dan menjadikannya referensi utama bagi Slumdog Millionaire (2008).
Film ini memantapkan tempat Amitabh Bachchan sebagai Shahenshah, raja diraja, industri film India. Juga menjadi pencipta tren ”angry young man”, yang bertahan hingga hari ini di sinema India.
Namun, dampak Deewaar dan karakter kompleks Vijay Verma tak hanya berhenti di sinema India. Menurut Anton Bitel dari British Film Institute, Angry Young Man dari Bombay kelak melahirkan Heroic Bloodshed di Hongkong, yang di sepanjang dekade ’90-an pengaruhnya menyapu Hollywood, dan boleh dikata mengubah bagaimana film aksi dibuat untuk seterusnya. Jejak-jejak pengaruh Deewaar kemudian bisa ditemukan di banyak film di seantero dunia, dalam kadar yang berbeda-beda.
***
Karena kesuksesannya, Deewaar segera dibuat ulang dalam versi Tamil, Telugu, dan Malayalam. Juga diadaptasi di Iran dan Turki. Namun, yang kelak berdampak paling signifikan adalah adaptasi Mandarin-nya, The Brothers (Hua Shan, 1979).
Di luar nuansa kungfunya, The Brothers mengikuti dengan setia alur Deewaar, termasuk mempertahankan karakter-karakter utamanya. The Brothers bahkan memasukkan detail kecil, seperti tato ”Bapakku Maling” di bahu sang saudara tua, hal yang menjadi pemantik dendamnya. Tak ketinggalan, keengganan Vijay berdoa di kuil juga ditunjukkan Zhang Zhigang.
The Brothers tak terlalu sukses di pasar, namun ia adalah jalan pembuka bagi sesuatu yang jauh lebih besar. Pada 1986, John Woo, sutradara yang kariernya sedang mentok, mengambil elemen penting The Brothers untuk menelurkan film sukses pertamanya, A Better Tomorrow. Kisah dua saudara (atau dua sahabat) yang berhadap-hadapan sebagai penjahat dan polisi, yang melibatkan adegan tembak-tembakan indah-megah sekaligus penuh darah, melahirkan apa yang disebut sebagai Heroic Bloodshed. Inilah yang kemudian jadi cap dagang sinema Hongkong sejak itu.
John Woo tak sendirian. Ada nama lain macam Tsui Hark, Ringo Lam, Andrew Lau, dan Alan Mak. A Better Tomorrow diikuti City on Fire, A Better Tomorrow II dan A Better Tomorrow III, The Killer, Bullet in the Head, Hard Boiled, hingga seri Infernal Affairs.
A Better Tomorrow kemudian kembali ke asal sumber inspirasinya ketika dikopi-paste Bollywood sebagai Aatish (1994), demikian juga Hard Boiled yang ditiru Mohra (1994). Sementara City of Fire menginspirasi Reservoir Dogs-nya Tarantino, The Killer memengaruhi Luc Besson membuat Leon: The Professional, dan Infernal Affair diadaptasi Scorsese menjadi The Departed.
***
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Levante vs Real Betis di Liga Spanyol 2026/2027: Tim Tamu Bisa Curi 3 Poin!
Prediksi Skor Tottenham Hotspur vs Newcastle di Liga Inggris 2026/2027: Sengit, Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Coventry City vs Hull City di Liga Inggris 2026/2027: Bisa Berakhir Imbang!
Prediksi Susunan Pemain Sevilla vs Atletico Madrid di Liga Spanyol: Duel Sengit Berpotensi Imbang
Prediksi Skor AZ Alkmaar vs Go Ahead Eagles di Liga Belanda 2026/2027: Kans Tuan Rumah Pesta Gol!
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Bournemouth vs Everton di Liga Inggris 2026/2027: Berpotensi Imbang!
Prediksi Skor Real Sociedad vs Espanyol: Los Periquitos Bisa Curi Poin di Anoeta?
Prediksi Skor Leeds United vs Brentford: The Bees Siap Sengat Tuan Rumah di Elland Road!
