Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Maret 2024 | 11.30 WIB

Mereka yang Berpulang: Mengenang Penyair Kemala dan Suratman Markasan

ILUSTRASI - Image

ILUSTRASI

Suratman Markasan dan Kegalauan Melayu

Di samping puisi yang bernuansa ilahiah dan sufistik tersebut, tampak ada fenomena ungkapan puisi lain yang mengekspresikan sebentuk kegalauan penyair terhadap tanah dan tradisi yang dicintainya. Suratman Markasan seorang penyair senior di Singapura, yang konon memiliki darah Jawa ini, begitu galau dan sedih begitu dalam melihat kampung Melayu-nya yang secara perlahan tergerus dan terpinggirkan oleh arus zaman. Dapat kita simak satu bait ekspresi puitik yang bertajuk Terkenang Pasir Panjang Yang Silam.

aku terbayang Barik masak getah

mana Rosman, Asmat, Marim, Rais, Salman

Apakah saudara-mara mereka masih ada?

aku teringat kampung-kampung tempat aku

Kampung Kling, Abu Kasim, Mat Jembul, Bouna Vista

Semuanya tidak ada lagi dalam peta negara ini

aku kehilangan temanku aku kehilangan kampungku

seperti Penghulu yang hilang segala-galanya!

Begitu menyayat hati ungkapan puitik Suratman Markasan yang merasa kehilangan teman-temannya, kehilangan kampung Melayu-nya, yang diibaratkan seperti penghulu yang hilang segala-galanya; bahkan, semuanya dinyatakan tidak ada lagi dalam peta negara ini. Tentu, puisi yang ditulis oleh Suratman Markasan pada 8 Mei 2023 ini merepresentasikan ungkapan puitik yang sama juga dirasakan sebagian masyarakat Melayu Singapura yang kehilangan kampungnya, kehilangan segala-galanya. Dalam pembacaan yang lebih luas, puisi itu sebenarnya tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Melayu Singapura. Lebih dari itu, dapat juga dimaknai sebagai sebentuk wasiat puitik bagi negara serumpun; yakni, Indonesia dan Malaysia yang tidak kurang dan lebih mengalami persoalan yang sama tentang eksistensi sebuah bangsa. Barangkali, ungkapan puitik Suratman Markasan sebelum berpulang itu dapat dibaca dan diposisikan sebagai lonceng peringatan bagi zaman yang terus mengalami perubahan di abad ini. (*)

---

AKHMAD TAUFIQ, Sastrawan dan akademisi Universitas Jember

Editor: Ilham Safutra
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore