
ILUSTRASI
Suratman Markasan dan Kegalauan Melayu
Di samping puisi yang bernuansa ilahiah dan sufistik tersebut, tampak ada fenomena ungkapan puisi lain yang mengekspresikan sebentuk kegalauan penyair terhadap tanah dan tradisi yang dicintainya. Suratman Markasan seorang penyair senior di Singapura, yang konon memiliki darah Jawa ini, begitu galau dan sedih begitu dalam melihat kampung Melayu-nya yang secara perlahan tergerus dan terpinggirkan oleh arus zaman. Dapat kita simak satu bait ekspresi puitik yang bertajuk Terkenang Pasir Panjang Yang Silam.
aku terbayang Barik masak getah
mana Rosman, Asmat, Marim, Rais, Salman
Apakah saudara-mara mereka masih ada?
aku teringat kampung-kampung tempat aku
Kampung Kling, Abu Kasim, Mat Jembul, Bouna Vista
Semuanya tidak ada lagi dalam peta negara ini
aku kehilangan temanku aku kehilangan kampungku
seperti Penghulu yang hilang segala-galanya!
Begitu menyayat hati ungkapan puitik Suratman Markasan yang merasa kehilangan teman-temannya, kehilangan kampung Melayu-nya, yang diibaratkan seperti penghulu yang hilang segala-galanya; bahkan, semuanya dinyatakan tidak ada lagi dalam peta negara ini. Tentu, puisi yang ditulis oleh Suratman Markasan pada 8 Mei 2023 ini merepresentasikan ungkapan puitik yang sama juga dirasakan sebagian masyarakat Melayu Singapura yang kehilangan kampungnya, kehilangan segala-galanya. Dalam pembacaan yang lebih luas, puisi itu sebenarnya tidak hanya ditujukan bagi masyarakat Melayu Singapura. Lebih dari itu, dapat juga dimaknai sebagai sebentuk wasiat puitik bagi negara serumpun; yakni, Indonesia dan Malaysia yang tidak kurang dan lebih mengalami persoalan yang sama tentang eksistensi sebuah bangsa. Barangkali, ungkapan puitik Suratman Markasan sebelum berpulang itu dapat dibaca dan diposisikan sebagai lonceng peringatan bagi zaman yang terus mengalami perubahan di abad ini. (*)
---
AKHMAD TAUFIQ, Sastrawan dan akademisi Universitas Jember

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
