Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 13 Juni 2024 | 18.47 WIB

Jelang Wukuf, Jamaah Indonesia Shalat Berjamaah di Musala dan Lorong Hotel Serta Kulineran Sambil Berburu Souvenir

Jamaah Indonesia melaksanakan shalat berjamaah di lorong kamar selain di musala hotel setelah operasional bus shalawat dihentikan sementara menjelang Wuquf di Arofah. - Image

Jamaah Indonesia melaksanakan shalat berjamaah di lorong kamar selain di musala hotel setelah operasional bus shalawat dihentikan sementara menjelang Wuquf di Arofah.

JawaPos.com -  Jamaah haji Indonesia telah menempati sejumlah hotel di kota suci Mekkah menjelang puncak haji untuk melaksanakan wukuf  di Arofah, bermalam (mabid) di Musdalifah, Mina dan  melempar jumrah.

Menjelang wukuf, operasional bus shalawat yang mengantar jamaah haji Indonesia dari hotel ke Masjidil Haram dihentikan sementara.

Jamaah diharapkan memanfaatkan waktu menjelang wuquf untuk beristirahat di hotel, mempersiapkan tenaga menyambut puncak ibadah haji pada 10 Zulhijah.

Rencananya, jamaah Indonesia akan diberangkatkan ke Arofah untuk menjalani puncak haji mulai Jum'at (9 zulhijah) bertepatan dengan tanggal (14 Juni 2024).

Setelah operasional bus shalawat dihentikan, jamaah menjalankan shalat wajib lima waktu di masjid yang disiapkan hotel. Karena tak mampu menampung, banyak jamaah berinisiatif  mengadakan shalat berjamaah di lorong antara kamar, selain tentunya ada juga yang shalat sendiri di dalam kamar.

Rochmani Umar, jamaah haji Indonesia kloter 19 yang berangkat ke tanah suci bergabung dengan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) Dian Al Mahri mengakui selalu berusaha untuk shalat berjamaah di Masjidil Haram dengan memanfaatkan bus shalawat karena jarak hotel ke haram sekitar tujuh kilometer.

"Minimal satu waktu untuk melaksanakan shalat berjamaah di Masjidil Haram setiap hari. Shalat wajib lainnya dilakukan berjamaah di masjid hotel dan lorong kamar-kamar,"  ucap  warga Jakarta Selatan yang tinggal di Kelurahan Grogol Utara ini.

Lain lagi dengan Budi Prasetyo, asal Cinere  yang memilih shalat berjamaah di masjid yang disediakan hotel.

"Selama di Mekkah, saya ke Masjidil Haram saat laksanakan umroh wajib dan sunnah saja. Saya fokus j persiapkan puncak haji menuju Arofah. Mungkin ke Masjidil Haram setelah puncak haji saja. Kan masih ada sisa waktu sekitar delapan hari sebelum kembali ke tanah air," ucapnya.

Sementara Abdul Harris, jamaah asal Ciputat mengaku telah menjalankan tiga kali umroh sunnah selain umroh wajib. Dirinya berharap bisa menjalankan umroh sunnah tujuh kali sampai kepulangannya ke tanah  air.

"Doain ya saya tetap fit dan kuat," katanya bersemangat.

Jamaah haji Indonesia banyak memanfaatkan waktu pagi usai subuhan dengan sarapan dengan menu khas Indonesia yang ada di sekitar hotel



Terkait dengan konsumsi sepanjang di Madinah dan Mekkah, jamaah haji Indonesia mendapatkan pasokan makanan yang disiapkan catering. Untuk mengatasi kejenuhan dengan makanan  catering yang disediakan, jamaah Indonesia memilih kulineran di warung makan sekitar hotel yang menyediakan menu masakan khas Indonesia.

Di sektor I Syisyah contohnya, tersedia Warung Madura dan Warung Jakarta yang menyediakan menu soto ayam, rawon, nasi goreng, sayur bayar, tumis pare dan menu-menu lainnya.

Untuk sarapan, selain menu yang berat yang ditawarkan dengan harga antara 15-20SR (Real), juga tersedia bakwan, tempe dibungkus terigu, bubur kacang hijau, kue dadar gulung, yang rata-rata dijual 5SR untuk tiga kue.

Ken Ima Damayanti, jamaah haji asal Tangerang Selatan selama di Mekkah biasa memilih sarapan di luar.

"Untuk sarapan suka yang seger dan berkuah seperti soto, rawon dan menu-menu lainnya. Sekalian gerak badan pagi jaga kebugaran," katanya.

Selain banyak makanan menu khas Indonesia, jamaah Indonesia memanfaatkan jalan-jalan pagi untuk berburu oleh-oleh baik souvenir, korma, coklat dan oleh-oleh lainnya.



Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore