
OJK mencatat pertumbuhan kredit di Jawa Timur hingga April 2026 mencapai Rp 628 triliun. (Novia Herawati/JawaPos.com)
JawaPos.com - Kantor Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Provinsi Jawa Timur (Jatim) mencatat hingga April 2026, kinerja perbankan di daerah tersebut masih positif, dengan pertumbuhan kredit mencapai Rp 628,02 triliun.
Capaian ini mencerminkan ketahanan sektor jasa keuangan di Jawa Timur yang tetap kuat. Di tengah dinamika ekonomi global dan domestik, sektor kredit masih menjadi salah satu penopang utama perekonomian daerah.
"Intermediasi perbankan masih tumbuh positif dengan penyaluran kredit mencapai Rp 628,02 triliun," tutur Direktur Pengawasan Perilaku Pelaku Usaha Jasa Keuangan, Edukasi, Pelindungan Konsumen, dan Layanan Manajemen Strategis OJK Jatim, Horas V. M.Tarihoran, Rabu (24/6).
Selain pertumbuhan kredit, penghimpunan dana pihak ketiga juga berkontribusi besar dengan Rp 840,77 triliun. Kinerja ini didukung permodalan yang kuat, likuiditas yang memadai, serta kualitas kredit yang tetap terjaga.
"Ketahanan sektor jasa keuangan Jatim masih sangat baik. Fungsi intermediasi berjalan baik, risiko kredit terkendali, dan ini menjadi modal penting dalam menjaga pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan," imbuhnya.
Selain perbankan, kinerja positif juga terlihat pada sektor pasar modal, industri asuransi, dana pensiun, serta perusahaan pembiayaan. Jumlah investor pasar modal di Jawa Timur tumbuh menjadi 2,99 juta SID (Single Investor Identity).
"Menempatkan Jawa Timur sebagai terbesar ketiga nasional terkait jumlah investor. Sementara pembiayaan UMKM tetap terjaga dengan outstanding mencapai Rp 230,93 triliun," beber Horas.
OJK terus memperkuat literasi dan inklusi keuangan melalui berbagai program edukasi. Sepanjang triwulan I 2026, sebanyak 4.170 kegiatan telah digelar dan menjangkau lebih dari 1,02 juta peserta di Jawa Timur.
Bersama Satgas PASTI dan industri jasa keuangan, OJK memperkuat peran Indonesia Anti-Scam Centre (IASC) untuk mempercepat penanganan penipuan keuangan dan meminimalisir potensi kerugian masyarakat.

Prediksi Skor Paraguay vs Australia di Piala Dunia 2026: Berebut Tiket 32 Besar Namun Berpotensi Imbang
Prediksi Skor Swiss vs Kanada di Piala Dunia 2026: Jonathan David Tancap Gas Bombardir Gawang La Nati
Prediksi Skor Turki vs Amerika Serikat di Piala Dunia 2026: The Stars & Stripes Berburu Rekor Sempurna di Fase Grup
Prediksi Skor Jepang vs Swedia di Piala Dunia 2026: Samurai Biru Incar Tiket 32 Besar di Laga Penentuan
Prediksi Skor Afrika Selatan vs Korea Selatan di Piala Dunia 2026: Son Heung-min Wajib Menang Demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Tunisia vs Belanda di Piala Dunia 2026: Oranje Wajib Menang demi Amankan Tiket 32 Besar
Profil Wakil Ketua BEM UI Fathimah Azzahra yang Konsisten Mengkritik Program MBG
Prediksi Skor Bosnia dan Herzegovina vs Qatar di Piala Dunia 2026: Mimpi Buruk Al-Annabi Belum Usai
Prediksi Skor Curacao vs Pantai di Piala Dunia 2026: Misi Les Éléphants Menang demi Tiket 32 Besar
Prediksi Skor Maroko vs Haiti di Piala Dunia 2026: Achraf Hakimi Cs Siap Pesta Gol di Laga Penentuan
