Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti. (Nurul Fitriana/JawaPos.com)
JawaPos.com – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat perekonomian Indonesia sepanjang tahun 2025 tumbuh sebesar 5,11 persen. Capaian tersebut lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan ekonomi tahun 2024 yang berada di level 5,03 persen.
Kepala BPS Amalia Adininggar Widyasanti menjelaskan, dari sisi pengeluaran, seluruh komponen pembentuk produk domestik bruto (PDB) mencatatkan kinerja positif sepanjang 2025. Namun, konsumsi rumah tangga kembali menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi nasional.
“Jika dilihat dari sumber pertumbuhan, konsumsi rumah tangga memberikan kontribusi paling besar, yakni 2,62 persen sepanjang 2025,” ujar Amalia dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (5/2).
Dia menjelaskan bahwa konsumsi rumah tangga juga menjadi komponen dengan distribusi terbesar terhadap PDB, mencapai 53,88 persen, dengan laju pertumbuhan 4,98 persen. Kinerja ini sejalan dengan meningkatnya aktivitas dan mobilitas masyarakat.
Amalia mengungkapkan, kelompok konsumsi yang tumbuh tinggi antara lain restoran dan hotel, seiring meningkatnya aktivitas pariwisata, terutama pada periode libur akhir tahun.
Selain konsumsi rumah tangga, sumber pertumbuhan ekonomi terbesar berikutnya berasal dari pembentukan modal tetap bruto (PMTB) yang menyumbang 1,58 persen.
"Sepanjang 2025, PMTB tumbuh 5,09 persen dengan kontribusi terhadap PDB sisi pengeluaran sebesar 28,77 persen, menjadi komponen terbesar kedua," jelasnya.
Dia mengatakan, pertumbuhan PMTB tercermin dari meningkatnya berbagai indikator barang modal, seperti impor mesin produksi industri, belanja pemerintah untuk peralatan dan mesin, serta impor kendaraan. Kinerja tersebut sejalan dengan realisasi investasi yang dicatat BKPM yang tumbuh 12,66 persen sepanjang 2025.
Sementara itu, ekspor menjadi komponen dengan pertumbuhan tertinggi, yakni 7,03 persen. Ekspor tumbuh positif baik dari sisi barang nonmigas maupun jasa.
Beberapa komoditas utama yang mengalami peningkatan nilai dan volume ekspor antara lain lemak dan minyak hewan nabati (CPO), besi dan baja, mesin dan peralatan listrik, serta kendaraan dan bagiannya.
Dari sisi jasa, ekspor turut terdongkrak oleh meningkatnya kunjungan wisatawan mancanegara. Adapun konsumsi pemerintah juga memberikan andil terhadap pertumbuhan ekonomi dengan sumber pertumbuhan sebesar 0,19 persen.
"Ekspor jasa meningkat salah satunya disebabkan oleh peningkatan kunjungan wisatawan mancanegara," tukasnya.

15 Kuliner Soto Ayam Paling Lezat di Surabaya dengan Kuah Kuning Pekat, Koya Memikat dan Topping Nikmat
10 Mie Ayam Paling Enak di Jogja yang Selalu Ramai Pembeli, Kuah Gurih dan Porsi Melimpah
10 Rekomendasi Mall Terlengkap di Surabaya, Surganya Liburan Anak Muda Buat Shopping
Diperiksa 2 Jam soal Penyalahgunaan AI, Freya JKT48 Serahkan Bukti Akun Baru ke Polisi
Santriwati di Pekalongan Diklaim Keluarga Hamil Tanpa Berhubungan, Masa Iya?
14 Rekomendasi Gado-Gado Paling Recomended di Surabaya, Cita Rasa Klasik Autentik dan Harga Ramah di Kantong
10 Tempat Makan Pempek Favorit di Bandung, Pilihan Menu Lengkap, Rasa Autentik, dan Perpaduan Cuko yang Kaya Rempah
Gelombang Dukungan untuk Nicko Widjaja Menguat Usai Tuntutan 11 Tahun
17 Kuliner Gado-Gado Paling Laris di Jakarta, Cocok untuk Makan Siang Bersama Teman dan Keluarga
20 Cafe Paling Instagramable di Surabaya, Tempat Ngopi yang Bukan Hanya Kuliner Enak tapi Juga Estetik
