Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 24 Agustus 2025 | 16.00 WIB

BI Catat Transaksi hingga Rp 317 Triliun pada Kuartal II 2025, OJK Minta Perbankan Lakukan Transformasi dan Digitalisasi

Ilustrasi OJK. - Image

Ilustrasi OJK.

JawaPos.com - Pertumbuhan ekonomi Indonesia berkembang pesat, pada 2024 pertumbuhannya mencapai USD 90 miliar dan naik 13 persen dari tahun sebelumnya. Bahkan, Bank Indonesia mencatat transaksi QRIS mencapai Rp 317 triliun hingga kuartal II 2025 dan tumbuh 121 persen secara tahunan.

Dengan lebih dari 57 juta pengguna dan 93 persen merchant berasal dari Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM), adopsi digital kini memperlihatkan tingkat inklusivitas yang tinggi, serta menegaskan peran strategis layanan keuangan digital sebagai penggerak utama pertumbuhan ekonomi nasional.

Deputi Komisioner Pengawas Bank Swasta Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Indarto Budiwitono, menegaskan, perbankan diharuskan melakukan transformasi dan digitalisasi di tengah gencarnya perkembangan teknologi.

Era digitalisasi sendiri memang mampu mengubah layanan industri jasa keuangan menjadi lebih cepat dan efisien. Namun, di sisi lain memberikan tantangan lain yakni potensi serangan siber. Oleh karenanya, tata kelola keamanan perlu diperkuat dan sektor perbankan menjadi kunci untuk menjaga kepercayaan publik sekaligus meningkatkan perlindungan konsumen.

“Bank perlu mengembangkan strategi digital yang agile dan terukur, tidak hanya dalam aspek efisiensi saja. Namun hal tersebut sebagai jawaban atas ekspektasi nasabah yang semakin kompleks,” ungkap Indarto dalam forum diskusi Indonesia Digital Bank Summit (IDBS) 2025 di Raffles Hotel, Jakarta, dikutip Minggu (24/8). 

“Transformasi digital juga harus diimbangi dengan investasi berkelanjutan dalam keamanan siber, kapabilitas analitik data, dan integrasi teknologi cloud serta AI. Ketahanan siber, yang tidak hanya soal pertahanan sistem, melainkan juga menyangkut reputasi dan keberlangsungan bisnis bank,” imbuhnya.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Umum Aftech, Pandu Sjahrir menegaskan bahwa hingga kini Aftech tak hanya menghadirkan dialog, melainkan juga turut membentuk arah dan solusi nyata untuk kemajuan ekosistem digital Indonesia yang terpercaya. 

“Tahun ini kami fokus pada tiga keluaran utama, penguatan ketahanan siber dan pencegahan scam berbasis intelijen bersama, desain produk keuangan yang benar-benar inklusif bagi UMKM dan masyarakat underserved, serta arsitektur kolaborasi yang berkelanjutan,” tegasnya. 

Dengan langkah-langkah tersebut, Pandu menegaskan bahwa keuangan digital yang terpercaya akan berfungsi sebagai pondasi yang fundamental bagi pertumbuhan ekonomi yang aman, adil, dan berkelanjutan, sekaligus mendukung realisasi target pertumbuhan ekonomi nasional menuju 8 persen.

Di sisi lain, industri keuangan digital juga diterpa sejumlah isu yang mendesak. Salah satunya yakni Artificial Intelligence (AI) yang tampak mengancam di tengah perkembangannya yang sangat pesat.

Direktur Keamanan Siber dan Sandi Keuangan, Perdagangan dan Pariwisata, BSSN, Edit Prima, menegaskan bahwa serangan berbasis AI, seperti phishing yang dipersonalisasi dan polymorphic malware, hanya dapat efektif dilawan dengan pertahanan yang juga ditenagai oleh AI.  

“Bicara keamanan siber, bicara AI tentu kita harus siap dengan serangan-serangan yang sudah berbasis AI, nah terus bagaimana caranya menghadapinya? Ya tentunya dengan AI juga,” ungkap Edit. 

Sementara itu, layanan keuangan digital yang menjadi motor penggerak transformasi sektor riil turut menjadi isu yang mendesak. Bahkan, UMKM di Indonesia turut menghadapinya tiga tantangan, yang diantaranya kesulitan akses ke pasar, kesulitan akses terhadap pembiayaan, serta keterbatasan dalam literasi dan kemampuan pencatatan keuangan. 

Solusi paling efektif untuk mengatasi hal tersebut yakni melalui pembangunan ekosistem digital yang komprehensif dengan kerja sama antara perbankan dengan para pelaku industri fintech. 

Regulator mendorong pemanfaatan data digital sebagai alternatif penilaian kredit bagi UMKM underbanked. Fintech sendiri berperan penting melalui credit scoring berbasis transaksi elektronik, sementara penyedia payment gateway menyediakan infrastruktur dan data bagi perbankan.

Editor: Sabik Aji Taufan
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore