Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 30 Juni 2022 | 05.30 WIB

Transaksi Digital Tumbuh, Salip Transaksi via ATM

Transaksi Digital - Dery Ridwansah (1) - Image

Transaksi Digital - Dery Ridwansah (1)

JawaPos.com - Transaksi ekonomi dan keuangan digital berkembang pesat. Hal itu seiring meningkatnya berbelanja daring masyarakat, perluasan sistem pembayaran digital, serta akselerasi digital banking.

Bank Indonesia (BI) mencatat, nilai transaksi uang elektronik tumbuh 35,25 persen year-on-year (YoY) mencapai Rp 32 triliun per Mei 2022. Sementara itu, digital banking terkerek 20,82 persen YoY menjadi Rp 3.766,7 triliun.

"Pertumbuhan dana mengendap atau float uang elektronik 23 persen YoY menjadi Rp 9,8 triliun," kata Kepala Departemen Komunikasi Bank Indonesia Erwin Haryono dalam analisis uang beredar Selasa (28/6).

Di sisi lain, pembayaran menggunakan kartu ATM, debit, dan kartu kredit mengalami kenaikan nilai transaksi sebesar 5,43 persen YoY menjadi Rp 630,9 triliun. "Untuk mendorong inovasi sistem pembayaran, Bank Indonesia akan terus memastikan implementasi Standar Nasional Open API Pembayaran (SNAP). Khususnya penyedia jasa pembayaran (PJP) first mover dapat berjalan dengan lancar," jelasnya.

Sementara itu, Bank Mandiri berkomitmen mendorong pengembangan digitalisasi untuk memenuhi seluruh kebutuhan transaksi nasabah. SVP Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri Thomas Wahyudi optimistis akselerasi pertumbuhan ekonomi digital semakin masif ke depan.

Sebab, penduduk Indonesia didominasi generasi melek teknologi informasi. Generasi Z sebanyak 27,94 persen dari total populasi. Plus, milenial sebanyak 25,87 persen dari total populasi.

"Tren transaksi nasabah saat ini didominasi Livin' by Mandiri yang sudah mampu memproses hingga 11.000 transaksi per detik," ungkapnya.

Per 8 Juni, Livin' by Mandiri telah diunduh lebih dari 13 juta kali. Super apps tersebut telah mampu melayani hingga 700 juta transaksi.

Dengan nilai transaksi mencapai lebih dari Rp 880 triliun. Realisasi itu sudah lebih tinggi dibandingkan transaksi ATM. Yang hanya membukukan 429 juta transaksi Rp 333 triliun pada periode Januari–Mei 2022.

PT Bank CIMB Niaga Tbk juga berinovasi menambah fitur dan layanan digital di OCTO Mobile. Direktur Consumer Banking CIMB Niaga Noviady Wahyudi mengatakan, transaksi OCTO Mobile naik dua kali lipat saat ini. Peningkatan tersebut berdampak positif terhadap pendapatan berbasis komisi.

---

AKSELERASI DIGITALISASI SISTEM PEMBAYARAN (PER MEI 2022)

Jenis Transaksi | Nilai | Pertumbuhan

Uang elektronik | Rp 32 triliun | naik 35,25 persen YoY

Digital banking | Rp 3.766,7 triliun | naik 20,82 persen YoY

Pembayaran kartu ATM, kartu debit, dan kartu kredit | Rp 630,9 triliun | naik 5,43 persen YoY

Sumber: Bank Indonesia

Editor: Estu Suryowati
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore