Logo JawaPos
Author avatar - Image
Minggu, 25 Maret 2018 | 23.17 WIB

Sentimen The Fed Telah Tahan Penguatan Rupiah, Gimana Pekan Depan?

Ilustrasi penukaran uang di sebuah money changer - Image

Ilustrasi penukaran uang di sebuah money changer

JawaPos.com - Perdagangan nilai tukar mata uang rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (USD) cenderung tercatat melemah sepanjang pekan kemarin. Hal itu terlihat rupiah belum mampu memanfaatkan kondisi pelemahan dari USD yang terimbas kondisi internal AS yang cenderung negatif, terutama dengan adanya potensi terjadinya perang dagang AS-Tiongkok.


“Diharapkan pelemahan tersebut dapat lebih sementara seiring masih melemahnya laju USD yang terimbas kondisi politik dan ekonomi di dalam negerinya dan kembali membuat Rupiah untuk dapat menemukan momentum kenaikannya,” kata Analis PT Binaartha Sekuritas Reza Priyambada di Jakarta, Minggu (25/3).

Reza menjelaskan, laju rupiah di pekan kemarin berbalik melemah sebagai imbas dari aksi menahan diri pelaku pasar jelang rilis pertemuan FOMC dan RDG-BI. “Adanya ekspektasi kenaikan signifikan FFR membuat Rupiah cenderung melemah,” ucapnya


Ditambah dengan minimnya sentimen positif dari dalam negeri membuat laju Rupiah cenderung tercatat melemah sepanjang pekan kemarin meski sempat menguat tipis.


Adapun nilai tukar Rupiah melemah 0,27 persen dari sebelumnya menguat 0,25 persen. Di pekan kemarin, laju rupiah sempat melemah ke level 13794 atau di bawah sebelumnya di level 13766. Sementara level tertinggi yang dicapai di angka 13735 atau di atas level sebelumnya di level 13743. Laju rupiah di pekan kemarin bergerak di bawah target support 13.758 dan resisten 13.732.


“Pergerakan rupiah belum beranjak dari zona merah di awal pekan. Padahal laju USD cenderung mendatar seiring aksi tunggu jelang pertemuan FOMC minggu kemarin, dimana akan adanya testomoni pertama oleh Jerome Powell, pasca terpilihnya sebagai Gubernur The Fed menggantikan Yellen,” tuturnya.


Di sisi lain, adanya kenaikan industrial production dan consumer sentiment index AS masih belum cukup kuat mengangkat USD karena terimbangi sentimen FOMC tersebut. Selain itu, sentimen negatif juga datang dari penilaian MenKo Bidang Perekonomian, Darmin Nasution, dimana pertumbuhan ekonomi kuartal satu 18 tidak akan lebih tinggi dari pencapaian sebelumnya yang tercatat 5,01 persen.


Reza menuturkan, pergerakan rupiah mencoba menguat di tengah laju USD yang cenderung tertahan jelang pertemuan FOMC. Penguatan Rupiah juga dibarengi dengan terapresiasi EUR meski tipis seiring langkah ECB untuk mengurangi program stimulus pembelian obligasi dan rencana menaikan suku bunga acuannya pada pertengahan 2019.


“Tidak beberapa lama, laju rupiah berbalik melemah. Adanya optimisme akan terjadinya kenaikan suku bunga The Fed membuat laju rupiah berbalik melemah meski tipis. Di sisi lain, pergerakan sejumlah mata uang yang juga melemah jelang pertemuan The Fed turut berimbas negatif pada Rupiah,” tuturnya.


Pergerakan USD yang kembali melemah di tengah kenaikan suku bunga The Fed memberikan harapan positif pada laju Rupiah. Aksi jual USD seiring langkah The Fed yang menaikan suku bunganya tidak terlalu agresif seperti yang diperkirakan sebelumnya dimana hanya menaikan 25 bps serta hanya menargetkan dua kali lagi kenaikan.


Menurutnya, meningkatnya retorika dalam perdagangan juga memberi tekanan pada USD setelah Tiongkok menuduh AS berulang kali menyalahgunakan praktik perdagangan karena bersiap untuk pengenaan tarif AS senilai USD 60 miliar pada impor Cina.


“Tetap cermati dan waspadai berbagai sentimen yang dapat menghalangi potensi penguatan lanjutan pada Rupiah. Diperkirakan laju Rupiah akan berada pada rentang batas bawah (support) 13.796 dan batas atas (resisten) 13.764,” tandasnya.


Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore