Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 September 2023 | 01.47 WIB

Perekonomian Tumbuh Bagus, BFI Finance Incar Pembiayaan Tumbuh 12 Persen Tahun 2023

Direktur Keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) Sudjono - Image

Direktur Keuangan PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) Sudjono

JawaPos.com - Pulihnya perekonomian pasca terkena hantaman pandemi Covid-19 memberi berkah bagi pelaku bisnis, tak terkecuali sektor pembiayaan. Emiten PT BFI Finance Indonesia Tbk (BFIN) berharap membaiknya perekonomian mendongkrak laju pembiayaan perusahaan antara 10-12 persen tahun ini.

Direktur Keuangan BFIN Sudjono mengungkapkan pihaknya berharap bisa tumbuh 10-12 persen pada 2023 dengan pulihnya perekonomian. Dengan target itu, pembiayaan baru BFIN diperkirakan mencapai Rp 21 triliun hingga akhir 2023.

Sampai semester I 2023, pembiayaan baru perseroan tercatat senilai Rp10,3 triliun atau meningkat 20,8 persen year on year (yoy) dibandingkan periode yang sama 2022.

Sudjono mengatakan pada kuartal III 2023, kinerja perseroan cenderung mendatar (flat), salah satunya disebabkan oleh serangan siber yang sempat terjadi pada jaringan information technology (IT) perseroan.

"Kurang lebih flat. Karena, kami kena sedikit problem di akhir semester I 2023 kena serangan siber. Itu memengaruhi sedikit, kami mesti ngerem sedikit. Tapi, di kuartal IV 2023 akan normal kembali. Sementara ini, kami lagi berbenah, jadi waktu berbenah kami nggak berani agresif dulu," ujarnya.

Terkait dengan strategi pembiayaan, ia mengatakan perseroan akan tetap fokus terhadap valuasi yang benar, target konsumen yang benar, dan credit procces yang benar.

Menurut dia, fokus utama pembiayaan perseroan tetap pada kendaraan bekas dan alat- alat berat, seiring dengan peningkatan kinerja pada segmen tersebut pada tahun ini.

"Tahun ini pertumbuhan di alat berat lebih kencang dibandingkan dengan ritel. Di alat berat tumbuh sekitar 40-an persen tahun ini dari sisi penyaluran pembiayaan, sedangkan di ritel lebih di bawahnya," ujar Sudjono.

BFI menjaga risiko kredit yang relatif rendah, dengan tingkat pembiayaan bermasalah atau non-performing financing (NPF) neto terjaga di 0,79 persen selama semester I 2023.

Selama periode tersebut, laba bersih perseroan tercatat senilai Rp848,4 miliar, dengan total pendapatan senilai Rp3,2 triliun atau meningkat 30,3 persen (yoy) dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.

Terkait pembiayaan kendaraan listrik, BFIN mulai masuk ke sektor ini karena potensinya yang cukup besar. Dia tidak mau menyebut target pembiayaan untuk kendaraan listrik yang dibiayai.

"Ini kan sektor yang baru, jadi belum bisa diungkap berapa targetnya, sementara untuk tahun depan belum ada pembahasan ke arah sana. Yang jelas kita telah menjalin kerjasama dengan beberapa merk untuk motor listrik," pungkas Sudjono.

Editor: Mohamad Nur Asikin
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore