
PEDULI NASABAH: Presiden Direktur & CEO Manulife Indonesia Ryan Charland tos dengan anak nasabah saat memperkenalkan solusi perlindungan MiFuture Income Protector (MiFIP) di Jakarta, Kamis (15/8). (Muhamad Ali/Jawa Pos)
JawaPos.com - Indonesia bisa gagal memanfaatkan besarnya potensi pertumbuhan kelas menengah jika masyarakat tidak melek literasi keuangan. Pasalnya, selain harus memenuhi kebutuhan anak, kelompok masyarakat kelas menengah saat ini juga terbebani ketergantungan finansial orang tua.
Presdir dan Chief Executive Officer Manulife Indonesia Ryan Charland mengatakan, kelas menengah di Indonesia masih dihadapkan persoalan menanggung kebutuhan orang tua dan keluarganya sendiri. Yakni, istri dan anak-anak. "Jadi kelas menengah sekarang ini disebut generasi sandwich karena bebannya tinggi harus menanggung dua pihak sekaligus," ujarnya saat peluncuran produk baru Manulife MiFuture Income Protector (Mifip) di Jakarta kemarin (15/8).
Kondisi itu terjadi karena banyak orang tua yang tidak mengenal literasi keuangan. Akibatnya, saat tidak bekerja lagi dan pensiun para orangtua malah menjadi tanggungan anakm“Harusnya pertumbuhan kelas menengah menjadi kesempatan bagi perusahaan asuransi untuk meningkatkan penetrasi. Tetapi kenyataannya tidak ternyata pas. Optimisme tidak didukung persiapan finansial yang matang,” tutur dia.
Head of Product Manulife Indonesia Richard A Sondakh menambahkan berdasarkan kajian Boston Consulting Group, pertumbuhan masyarakat kelas menengah Indonesia akan meningkat 64 persen dari 41,6 juta jiwa di 2012 menjadi 68,2 juta jiwa di 2020. "Kelompok kelas menengah ini bisa menjadi potensi yang luar biasa jika mampu digerakkan untuk mendongkrak industri asuransi," katanya
Oleh sebab itu, sejak dini mereka harus dikebalkan pada literasi keuangan, khususnya asuransi. Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), hanya 13,5 juta pekerja atau sekitar 27 persen dari 50 juta pekerja formal di Indonesia yang memiliki program pensiun."Kami ingin memutus mata rantai generasi sandwich. Nasabah harus bisa menyiapkan hari tua dengan lebih baik, tanpa membebani anak," sebutnya.
Sementara itu, Chief Agency Officer Manulife Indonesia Jeffrey Kie menjelaskan, Mifip dijual lewat jalur distribusi keagenan. Saat ini, sekitar 7.000 tenaga pemasaran di 25 kantor pemasaran Manulife siap memasarkan Mifip. “Lewat MiFIP, masyarakat tidak perlu khawatir bagaimana memperoleh income tetap, terutama ketika mereka sudah tidak lagi bekerja,” jelasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
