Logo JawaPos
Author avatar - Image
Jumat, 8 Maret 2019 | 20.32 WIB

Bank Amar Gandeng BPR Genjot Pinjaman Online Tunaiku

Aplikasi Tunaiku - Image

Aplikasi Tunaiku

JawaPos.com - Bank Amar terus berupaya meningkatkan layanan pinjaman kredit tanpa agunan (KTA) berbasis aplikasi finance technology (fintech) Tunaiku di masyarakat. Salah satunya adalah dengan mengincar Bank Perekreditan Rakyat (BPR) dan BPR Syariah (BPRS) demi meningkatkan kucuran kredit yang saat ini sudah mencapai Rp 1 triliun.

“Keberhasilan Amar Bank melalui Tunaiku dalam menjangkau masyarakat yang membutuhkan pinjaman dengan kucuran dana mencapai lebih dari Rp 1 triliun, merupakan hasil kerja keras segenap karyawan dan juga prestasi dari strategi yang tepat,” kata kata Presiden Direktur Amar Bank Tuk Yulianto dalam keterangannya, Jumat (8/3).

Sebelumnya, Tuk Yulianto memberikan paparan mengenai layanan fintech untuk BPR dan BPR Syariah di Surabaya dalam rangka berbagi pengalaman mengembangkan fintech in house. Dalam sebuah sesi diskusi, Tuk Yulianto berbagi pengalaman mengembangkan Tunaiku, yang telah mengucurkan dana lebih dari Rp 1 triliun bagi masyarakat luas melalui produk aplikasi digital KTA, Tunaiku

Diskusi tersebut dimaksudkan untuk membantu BPR dan BPR Syariah mengembangkan berbagai pendekatan dan kolaborasi untuk mempercepat akselerasi inklusi keuangan dengan mempermudah akses masyarakat terhadap layanan perbankan.

“Aplikasi Tunaiku dari Amar Bank saat ini menjadi satu-satunya produk bank yang menawarkan layanan fintech untuk produk KTA digital dengan cicilan yang ringan. Saat ini, produk sejenis Tunaiku sebagian besar tidak berasal dari lembaga perbankan,” ungkap Yulianto.

Sebagai lembaga intermediari keuangan, Amar Bank, lanjut Yulianto, tentu saja paham bagaimana melayani konsumen dan memberikan rasa aman ketika mengakses layanan keuangan dan layanan fintech Tunaiku. Selain itu, Tunaiku juga memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mengakses layanan keuangan dengan mudah, cepat, aman, dan cicilan yang terjangkau.

“Tunaiku menawarkan kelebihan dari sebuah produk KTA digital, salah satunya, peminjam tidak harus menjadi nasabah Amar Bank,” katanya.

Fintech di Indonesia memang sedang mengalami pertumbuhan yang cukup pesat. Menurut laporan Statista tentang fintech yang diterbitkan pada Desember 2018, pasar yang paling besar adalah digital payments dengan total transaksi pada 2019 diperkirakan mencapai USD 26,575 juta dan diperkirakan rata-rata pertumbuhan per tahunnya (CAGR 2019-2022) mencapai 11,9 persen. Hasilnya pada 2022 akan mencapai USD 37,238 juta.

Sedangkan untuk personal loan dan usaha mikro seperti Tunaiku, yang dalam laporan Statista masuk dalam kategori alternative lending akan mencapai total transaksi USD 38 juta pada 2019. Dengan rata-rata pertumbuhan per tahun (CAGR 2019-2022) mencapai 13 persen, maka akan mencapai total transaksi USD 54,2 juta pada 2022.

“Kami berkomitmen untuk terus memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat dalam mengakses layanan keuangan, apakah itu melalui KTA digital Tunaiku atau berbagai layanan keuangan lain yang dimiliki oleh Amar Bank. Dengan makin mudahnya akses keuangan bagi masyarakat luas akan membuat masyarakat lebih mudah untuk memenuhi kebutuhan baik personal ataupun usaha dan sekaligus meningkatkan kesejahteraan mereka,” pungkasnya.

Editor: Saugi Riyandi
Tags
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore