
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati ekspor kendaraan CBU
JawaPos.com - Menteri Keuangan Sri Mulyani mengundang para pelaku usaha ke kantor Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta. Hal itu dilakukan untuk mendengar masukan dunia usaha melalui dialog.
Dalam kesempatan itu, dia menegaskan jika tujuan dihadirkannya para pelaku usaha adalah untuk berdiskusi sekaligus meminta masukkan. "Kami ingin menyampaikan dalam forum ini bukan untuk mengatakan tolong bayar pajak, tapi pesannya saya punya banyak insentif, bapak ibu tahu nggak sih. Pasti kan kalau bapak ibu diundang pajak pasti mikirnya oh mau ditagih apalagi ini," ujarnya di Kantor Ditjen Pajak, Jakarta, Selasa (19/2).
Sri Mulyani mengatakan jika pemerintah tidak pernah ingin menakut-nakuti para pelaku usaha dengan kebijakan perpajakan yang bisa membunuh bisnis mereka. Dia juga menceritakan alasan perlunya Kementerian Keuangan menerima masukkan dari para pelaku usaha. Sebab, dirinya merasa dilema untuk mengamankan ‘kantong' pengusaha maupun negara.
"Misalnya saya dapat Rp 1 triliun, masuk ke kas negara. Itu bisa dipakai untuk bayar gaji guru, gaji polisi, ada yang untuk bangun jalan, sekolah, rumah sakit hingga subsidi. Coba itu nanti habis saja," terangnya.
Menurutnya, jika kebijakan itu dilakukan, bisa saja tidak memberi dampak yang signifikan bagi perekonomian dalam negeri. Hal lain yang lebih baik mungkin saja bisa terjadi apabila pungutan pajak sebesar Rp 1 triliun tidak dilakukan kepada aparat pengusaha.
"Coba kalau Rp 1 triliun itu tetap ada di kantong bapak ibu tidak saya ambil. Terus dipakai investasi baru, jangan-jangan dampaknya lebih bagus buat ekonomi dibanding untuk subsidi yang hilang begitu saja. Atau tambahan gaji tapi birokratnya makin tidak professional," jelas Sri Mulyani.
Keyakinan itu bisa saja terjadi. Hanya saja, Sri Mulyani ingin para pelaku usaha benar-benar memanfaatkan relaksasi tersebut untuk menciptakan lapangan pekerjaan baru.
"Asal jangan dibawa ke luar negeri, kalau iya, ya saya ambil. Tapi kalau buka usaha, buka lapangan kerja, mengurangi kemiskinan dan dapat profit. Itu saya lebih senang," ungkapnya.
"Kita tidak main-main, ini serius. Coba kita pikirkan Rp 1 triliun itu tetap di kantong pengusaha vs kantong negara," tegas mantan Direktur Pelaksana Bank Dunia itu.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
