
DALAM KENANGAN: Caroline Angelina Harianto atau Bernard (kanan, duduk) bersama para sejawat di FKH Unair.
Kali terakhir bertemu Caroline Angelica Harianto di laboratorium, kawan dan dosen mengenang tak ada yang berbeda darinya: tetap aktif dan terlihat enjoy. Berbagai persiapan yang dilakukan juga menunjukkan dia bersemangat menjalani program pendidikan dokter hewan yang semestinya dimulai kemarin.
SEPTINDA AYU P., Surabaya
---
SEHARUSNYA kemarin (6/11) Caroline Angelica Harianto mulai masuk program pendidikan dokter hewan (PPDH) untuk divisi parasitologi di Fakultas Kedokteran Hewan (FKH) Universitas Airlangga (Unair) Surabaya. Mahasiswi yang biasa disapa Bernard itu juga sudah mempersiapkan diri.
”Jumat (3/11), setahu saya Berbard menitipkan sampel parasit ke teman dekatnya. Dia juga menyiapkan sepatu bot untuk masuk divisi parasitologi,” ujar Duta Hakim Amerta, salah seorang rekan Bernard sejak S-1 hingga PPDH, kepada Jawa Pos yang menemuinya di kampus FKH Unair, Surabaya, kemarin (6/11).
Duta terakhir bertemu Bernard saat kawannya tersebut menjadi asisten dosen (asdos) di Laboratorium Patologi FKH Unair pada Kamis (2/11), tiga hari sebelum perempuan 21 tahun itu ditemukan meninggal di Sidoarjo. Dan, tak ada yang berbeda dari mahasiswi asal Kediri tersebut pada hari itu.
”Dia orangnya tidak banyak bicara, tetapi sosialisasi dengan teman-teman sangat bagus. Pintar desain juga, berkali-kali ikut lomba desain grafis serta poster. Dia juga mahir fotografi,” kenangnya.
Sebagaimana Duta, Dr drh Hani Plumeriastuti MKes AP Vet, dosen patologi FKH Unair, tak melihat hal yang mencurigakan dari Bernard pada Kamis pekan lalu itu. Dia berinteraksi normal bersama teman-teman sejawatnya yang juga asdos maupun dengan para dosen yang terlibat di laboratorium patologi.
”Dia terlihat enjoy sekali, bahkan dia sampai malam di kampus,” kata Hani.
Hani mengenal Bernard sebagai mahasiswa cerdas dan aktif. Beberapa penelitian yang dia lakukan juga mendapat banyak pujian dari para dosen.
Bernard tidak hanya pintar secara akademik, tetapi juga memiliki kemampuan kreativitas tinggi. Mulai membuat desain grafis hingga video.
’’Saya termasuk yang mendorong dia untuk ikut lomba logo dan banner. Sebab, hasil karya dia sangat bagus. Terakhir obrolan kami tentang lomba itu,” ujar Hani.
Karena semua terlihat baik-baik saja, Hani, Duta, maupun semua sejawat yang mengenalnya syok mendengar dia ditemukan meninggal dengan kepala tertutup kresek dan slang tabung helium masih menempel. Dan, polisi menduga dia bunuh diri.
’’Saya mendapat informasi sekitar pukul 11.00 dari salah satu asdos FKH Unair yang lebih dulu dihubungi pihak kepolisian. Saya langsung ke RS Bhayangkara (Surabaya) dan di situ saya bertemu keluarga Bernard,” ujar humas FKH Unair itu.
Selang sebentar, Dekan FKH Unair Prof Dr drh Mirni Lamid MP menyusul ke RS Bhayangkara. Hani pun ikut mengantarkan jenazah Bernard ke Kediri sekitar pukul 21.00.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Prediksi Skor Al-Hilal vs Al Ahli di Liga Arab Saudi: The Blue Waves Amankan 3 Poin di Kandang!
Prediksi Skor Lecce vs Roma di Liga Italia: Misi I Giallorossi Curi 3 Poin di Stadio Via del Mare!
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Monaco vs Marseille di Liga Prancis: Les Phoceens Tak Ingin Malu di Stade Louis II
Prediksi Skor Celta Vigo vs Athletic Bilbao: Masih Tumpul, Los Leones Terancam Gagal Menang Lagi
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
5 Arti Burung Perkutut Bunyi di Malam Hari, Mitos atau Pertanda Gaib? Simak Maknanya Berikut
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
Breaking News! Persebaya Surabaya Rekrut Kapten Anapolis FC Matheus Lagoa
Pemerintah Tutup Permanen 455 SPPG Karena Tak Penuhi SLHS, Ini Data Rinciannya
