”Pada minggu-minggu pertama aku di sini, mereka sering sekali menelepon dan menanyakan kondisiku. Sekarang mereka udah cukup percaya dan terbiasa dengan aku di Amerika. Jadi, komunikasinya makin nyaman,” ujar Gia.
Pertengahan Desember mendatang, studi Gia di UC Davis berakhir. Sekembalinya ke Indonesia, dia ingin berfokus menyelesaikan kuliahnya di Unair. Dia berharap bisa kembali ke Amerika atau benua lain untuk mengambil pendidikan tambahan berkaitan dengan minatnya di bidang neurosains kognitif.
”Aku ingin mengembangkan minat itu menjadi karier aku ke depan. Aku ingin bisa merawat orang-orang dengan brain injury (cedera otak traumatis) seperti TBI, stroke, dan tumor,” tuturnya. (*/c14/ttg)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
