
BERSEMANGAT: Harun saat berada di rumahnya di Dusun Karang Dua, Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Pamekasan.
Resep Sehatnya Air Putih yang Dimasak dan Jamu Herbal
Meski sempat masuk daftar berangkat pada 2046 di usia yang sudah sangat sepuh, tak sekali pun Harun berniat menarik kembali setoran haji. Untuk menambah biaya pelunasan, dia menjual sepasang sapi.
MOH. IQBAL AFGANI, Pamekasan-HILMI SETIAWAN, Jakarta
---
HANYA pendengarannya yang agak terganggu. Di luar itu, Harun tetap aktif melakukan beragam kegiatan harian. Mulai salat, mengaji, sampai memberi makan ternak ayam.
Hasil pemeriksaan kesehatan juga menunjukkan bahwa tidak ada penyakit serius yang diderita warga Dusun Karang Duak, Desa Pangbatok, Kecamatan Proppo, Pamekasan, Jawa Timur, tersebut. Karena itu, pria yang pada 1 Juli mendatang bakal berusia 119 tahun tersebut sangat siap menjalani ibadah haji.
”Saya lebih semangat untuk menjalani hari. Tidak sabar untuk segera berhaji,” tutur pria yang sehari-hari bertani itu kepada Jawa Pos Radar Madura yang menemuinya pada Kamis (11/5) pekan lalu.
Pria kelahiran 1904 tersebut masuk sebagai daftar calon jemaah haji (CJH) superlansia yang dirilis Kementerian Agama (Kemenag). Ayah enam anak itu pun tercatat sebagai CJH tertua.
Harun mengaku badannya terasa semakin sehat setelah mendengar kepastian dirinya akan berhaji tahun ini. ”Saya jadi lebih bersemangat untuk menjalani hari. Tidak sabar untuk segera berhaji,” ujarnya.
Harun mendaftar haji pada 2017. Kakek 28 cucu itu menjual sebidang tanah seharga Rp 80 juta. Tanah tersebut dibeli kerabatnya sendiri dan diberi uang awal Rp 30 juta.
Dari uang awal tersebut, Rp 29 juta di antaranya dia gunakan untuk setor haji. Sisanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari.
Saat kerabatnya kembali membayar sisa uang tanah Rp 10 juta, Harun menyetorkan uang tersebut untuk kebutuhan pembiayaan haji Rp 9 juta. Terus begitu hingga biaya berangkat haji lunas menjadi Rp 50 juta.
Saat itu masa tunggunya sampai 2046. Meski harus menunggu lama dan di usia yang sudah sangat sepuh, Harun tak pernah berniat mengambil kembali dana yang sudah disetorkan.
Padahal, kerabat dan tetangganya menyarankan Harun untuk melaksanakan ibadah umrah saja. ”Ibadah haji itu tentang keyakinan, usaha, dan takdir. Jika bisa berangkat alhamdulillah, kalau tidak saya pasrahkan saja pada Allah,” imbuhnya.
Keyakinannya berbuah. Harun tak harus menunggu sampai 2046. Ketika harus menambah biaya pelunasan Rp 10 juta, dia menjual sepasang sapi untuk menutupi.

Breaking News! Rival Veda Ega Pratama Didiskualifikasi dari Moto3 Catalunya 2026
Veda Ega Pratama Kudeta Peringkat Pertama! Update Klasemen Rookie of The Year Moto3 2026 Usai Brian Uriarte Didiskualifikasi
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
KPK Cari Keberadaan Wamen Imipas Silmy Karim Terkait OTT Imigrasi Jakbar
7 Pemain Baru Masuk! Bruno Moreira Hengkang, Ini Prediksi Starting XI Persebaya
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Mantan Kepala BGN Dadan Hindayana Resmi Jadi Tersangka dan Ditahan Kejagung, Belum 24 Jam Usai Dicopot Prabowo
Kantor Badan Gizi Nasional Digeledah Kejagung, Muncul Karangan Bunga Unik Singgung Pencopotan Dadan
