
MERASA BERDOSA: Arief Catur tak bisa melupakan kesalahan fatal saat derbi Jatim.
Arief Catur punya utang budi kepada Ernando Ari. Jika bukan karena save Ernando di laga derbi Jatim (11/4), Catur bisa di-paido. Bagaimana Catur membayar utang itu?
BAGUS PUTRA PAMUNKAS, Surabaya
ILHAM Udin Armaiyn tersungkur. Dadanya ditendang Arief Catur. Wasit menunjuk titik putih untuk Arema FC dalam laga di Stadion PTIK, Jakarta (11/4). Saat itu, Persebaya Surabaya unggul 1-0. Laga sudah memasuki injury time.
Rizky Dwi jadi algojo. Jika masuk, kemenangan akan buyar. Catur menuju tengah lapangan. Badannya lemas, air matanya mengucur deras. ’’Aku bingung, Mas,’’ katanya kepada Jawa Pos.
Jika masuk, akan ada banyak paido. Terutama dari suporter. Tapi, Ernando jadi pahlawan. Eksekusi penalti Rizky Dwi ditepis. Green Force menang tipis 1-0. Bagaimana reaksi Catur?
’’Di ruang ganti saya langsung berlari ke arah Ernando. Saya peluk dia. Saya nangis sejadi-jadinya. Saya nangis sambil terus bilang terima kasih,’’ ungkap bek asli Mojokerto tersebut.
Ernando tetap kalem. Dia mencoba menenangkan bek 23 tahun itu. Catur tidak tahu bagaimana cara berterima kasih kepada Ernando.
’’Nando tidak minta apa-apa. Dia nggak neko-neko. Mau ditraktir juga nggak mau. Intinya, saya lebih banyak ngobrol sama dia. Menyampaikan rasa terima kasih yang sebesar-besarnya,’’ terang bek jebolan tim internal Anak Bangsa tersebut.
Orang tua Catur juga berterima kasih kepada Nando. Apalagi, mereka sempat kalap saat anaknya melakukan pelanggaran pada menit akhir. Keluarga besar Catur memang menggelar nonton bareng di rumah.
Begitu ada pelanggaran, mereka muntap. ’’Bapak sama ibu matiin TV-nya. Mereka marah-marah. Wes nggak sanggup lihat kalau penaltinya jadi gol,’’ jelasnya.
TV tidak menyala selama tiga menit. Yang ada hanya suara umpatan yang cukup nyaring. Setelah tiga menit, TV kembali dinyalakan. Tidak ada lagi kata-kata pisuhan yang keluar.
’’Bapak sama ibu kaget karena penaltinya ternyata ditepis sama Ernando. Mereka bersyukur luar biasa,’’ ungkap Catur. Tapi, begitu pulang, Catur tetap saja disemprot oleh kedua orang tuanya.
Dia dimarahi karena melakukan pelanggaran yang bikin jantungan. ’’Pas di rumah, bapak marah ke saya. Dia meminta saya agar tidak lagi melakukan pelanggaran krusial. Apalagi dalam laga derbi yang sangat penting,’’ beber Catur.
Nasihat sang ayah itu dipegang betul oleh bek bernomor punggung 42 tersebut. ’’Saya akan lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan,’’ tambahnya.
Musim depan, Catur tetap akan berseragam Green Force. Dia diproyeksikan menjadi bek kanan utama setelah Persebaya ditinggal Koko Ari Araya. Memang akan ada bek kanan baru dari FC Bekasi City Nuri Fasya.

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
