
APRESIASI: Agus Koecink (kiri) saat menerima penghargaan dari Stephane Dovert, perwakilan Kedutaan Besar Prancis dan direktur de I
Chevalier dans l’Ordre des Arts et des Lettres atau dalam bahasa Indonesia adalah Kesatria Bidang Seni dan Sastra menjadi penghargaan bagi seniman Jatim Agus ”Koecink’’ Soekamto. Penghargaan itu diberikan langsung oleh pemerintah Prancis karena menilai dirinya selalu konsisten membuat karya yang berhubungan dengan Prancis dan Indonesia.
MARIYAMA DINA, Surabaya
AKHIR 2021 ternyata memberikan kejutan bagi Agus Koecink. Seniman asal Surabaya itu tidak menyangka bahwa dirinya mendapatkan penghargaan yang begitu bernilai dari pemerintah Prancis. Pasalnya, sejak program residensi pada 2010, pikirnya semua hal yang berkaitan dengan itu sudah selesai. Tapi, ternyata kegiatannya berkesenian terus dipantau oleh negara tersebut.
November lalu, Agus bercerita mendapatkan telepon dari IFI Surabaya. ”Pak, ini ada surprise buat bapak. Tapi, jangan bilang siapa-siapa dulu. Soalnya, surat resminya belum turun,’’ cerita Agus menirukan suara di balik telepon yang menghubunginya akhir November lalu.
Tidak lama dari pemberitahuan itu, dia lantas mendapatkan e-mail resmi dari pemerintah Prancis. Sampai pada 3 Desember lalu, medali kehormatan tersebut resmi disematkan di bajunya langsung di kantor Konsulat Kehormatan Prancis Surabaya oleh Stéphane Dovert, perwakilan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia yang juga merupakan konselor kerja sama kebudayaan sekaligus menjabat direktur Institut Français di Indonesia.
Perjalanan Agus mengenal Prancis lebih dalam dimulai sekitar 10 tahun lalu. Seniman kelahiran Tulungagung itu terpilih untuk berpartisipasi dalam program mobilitas untuk para pelaku atau aktor budaya Indonesia ke Prancis.
Sejak itulah, kolaborasi dengan Prancis berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan hingga sekarang.
Di sana, dia bercerita bahwa Kota Rouen menjadi salah satu kota yang mengubahnya. Baik dari cara berpikir maupun dalam karyanya. ”Di sana itu kayak jadi pusatnya inspirasi para perupa dunia. Terlebih untuk aliran impresionisme,’’ jelasnya.
Suasana di kota tersebut berhasil membangkitkan spirit-spirit berkaryanya. Tidak hanya dirinya, seniman-seniman Prancis pun mengakui hal itu.
Bahkan saat sudah pulang ke Indonesia, Agus mengaku karyanya berubah dan terpengaruh. ”Dari goresan warna saya lihat itu semakin beda. Kayak semakin cerah gitu. Soalnya, saat di sana rasanya itu gembira terus,’’ kenangnya. Terlebih bangunan dan alamnya masih sangat bagus dan dijaga.
Di kota tersebut dia juga sempat diberi kepercayaan untuk merancang desain ruang Asia di museum Sejarah Alam Rouen. Pengalaman itu menjadi memori indah tersendiri baginya. ”Nah, selama di Prancis itu saya masih menyimpan memori-memori itu lewat tulisan. Rencananya, nanti saya terbitkan menjadi sebuah buku,’’ sambungnya.
Di sisi lain, sejak menerima penghargaan tersebut, seniman kelahiran 1967 itu mengaku jadi punya tanggung jawab yang lebih besar lagi. Lewat penghargaan tersebut, dia ingin bisa membawa dan terus mengembangkan seniman Surabaya dan Jatim untuk berjejaring dengan Prancis. ”Saya ingin bisa terus mengajak para seniman Jatim khususnya untuk bisa bekerja sama dengan aktivitas di Prancis dan tidak sampai putus,’’ terangnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
