Logo JawaPos
Author avatar - Image
Rabu, 15 Desember 2021 | 14.48 WIB

Agus ”Koecink” Dapat Medali Kesatria Bidang Seni & Sastra dari Prancis

APRESIASI: Agus Koecink (kiri) saat menerima penghargaan dari Stephane Dovert, perwakilan Kedutaan Besar Prancis dan direktur de I - Image

APRESIASI: Agus Koecink (kiri) saat menerima penghargaan dari Stephane Dovert, perwakilan Kedutaan Besar Prancis dan direktur de I

Chevalier dans l’Ordre des Arts et des Lettres atau dalam bahasa Indonesia adalah Kesatria Bidang Seni dan Sastra menjadi penghargaan bagi seniman Jatim Agus ”Koecink’’ Soekamto. Penghargaan itu diberikan langsung oleh pemerintah Prancis karena menilai dirinya selalu konsisten membuat karya yang berhubungan dengan Prancis dan Indonesia.

MARIYAMA DINA, Surabaya

AKHIR 2021 ternyata memberikan kejutan bagi Agus Koecink. Seniman asal Surabaya itu tidak menyangka bahwa dirinya mendapatkan penghargaan yang begitu bernilai dari pemerintah Prancis. Pasalnya, sejak program residensi pada 2010, pikirnya semua hal yang berkaitan dengan itu sudah selesai. Tapi, ternyata kegiatannya berkesenian terus dipantau oleh negara tersebut.

November lalu, Agus bercerita mendapatkan telepon dari IFI Surabaya. ”Pak, ini ada surprise buat bapak. Tapi, jangan bilang siapa-siapa dulu. Soalnya, surat resminya belum turun,’’ cerita Agus menirukan suara di balik telepon yang menghubunginya akhir November lalu.

Tidak lama dari pemberitahuan itu, dia lantas mendapatkan e-mail resmi dari pemerintah Prancis. Sampai pada 3 Desember lalu, medali kehormatan tersebut resmi disematkan di bajunya langsung di kantor Konsulat Kehormatan Prancis Surabaya oleh Stéphane Dovert, perwakilan Kedutaan Besar Prancis untuk Indonesia yang juga merupakan konselor kerja sama kebudayaan sekaligus menjabat direktur Institut Français di Indonesia.

Perjalanan Agus mengenal Prancis lebih dalam dimulai sekitar 10 tahun lalu. Seniman kelahiran Tulungagung itu terpilih untuk berpartisipasi dalam program mobilitas untuk para pelaku atau aktor budaya Indonesia ke Prancis.

Sejak itulah, kolaborasi dengan Prancis berlangsung selama bertahun-tahun. Bahkan hingga sekarang.

Di sana, dia bercerita bahwa Kota Rouen menjadi salah satu kota yang mengubahnya. Baik dari cara berpikir maupun dalam karyanya. ”Di sana itu kayak jadi pusatnya inspirasi para perupa dunia. Terlebih untuk aliran impresionisme,’’ jelasnya.

Suasana di kota tersebut berhasil membangkitkan spirit-spirit berkaryanya. Tidak hanya dirinya, seniman-seniman Prancis pun mengakui hal itu.

Bahkan saat sudah pulang ke Indonesia, Agus mengaku karyanya berubah dan terpengaruh. ”Dari goresan warna saya lihat itu semakin beda. Kayak semakin cerah gitu. Soalnya, saat di sana rasanya itu gembira terus,’’ kenangnya. Terlebih bangunan dan alamnya masih sangat bagus dan dijaga.

Di kota tersebut dia juga sempat diberi kepercayaan untuk merancang desain ruang Asia di museum Sejarah Alam Rouen. Pengalaman itu menjadi memori indah tersendiri baginya. ”Nah, selama di Prancis itu saya masih menyimpan memori-memori itu lewat tulisan. Rencananya, nanti saya terbitkan menjadi sebuah buku,’’ sambungnya.

Di sisi lain, sejak menerima penghargaan tersebut, seniman kelahiran 1967 itu mengaku jadi punya tanggung jawab yang lebih besar lagi. Lewat penghargaan tersebut, dia ingin bisa membawa dan terus mengembangkan seniman Surabaya dan Jatim untuk berjejaring dengan Prancis. ”Saya ingin bisa terus mengajak para seniman Jatim khususnya untuk bisa bekerja sama dengan aktivitas di Prancis dan tidak sampai putus,’’ terangnya.

Editor: Dhimas Ginanjar
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore