Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 31 Mei 2018 | 09.15 WIB

Kisah Edi, Pertaruhkan Nyawa demi Selamatkan Istri dan Anak

KORBAN: Edi Sucipto, 33, salah satu korban kecelakaan speedboat di Sungai Musi, Palembang, Rabu (30/5). - Image

KORBAN: Edi Sucipto, 33, salah satu korban kecelakaan speedboat di Sungai Musi, Palembang, Rabu (30/5).

JawaPos.com – Rabu (30/5) menjadi hari yang tidak terlupakan bagi Edi Sucipto, 33. Betapa tidak, ia harus berjibaku dan mempertaruhkan nyawa demi menyelamatkan anaknya Reni, 15 dan istrinya Ponima, 30 yang terjebak di dalam kapal yang terbawa arus.


Waktu itu, Edi dan keluarganya mengalami kecelakaan sewaktu menumpang speedboat di Sungai Musi. Akibat bertabrakan, dua buah speedboat mengalami kerusakan dan karam. Edi mengaku kejadian kecelakaan tersebut berlangsung sangat cepat.


Kejadian bermula saat ia akan ke Kota Palembang dengan menaiki speedboat berukuran 40 pk dari Jalur 14, Banyuasin sekitar pukul 06.00 WIB bersama puluhan tetangganya. 4 jam perjalanan mendekati Dermaga Bekangdam II Sriwijaya tiba-tiba speedboat kecil langsung menyalip hingga akhirnya speedboat yang ditumpangi Edi beserta anak dan istrinya terbalik.


Tak butuh waktu lama, kapal yang ditumpanginya pun langsung berisikan air sungai dan membuat seluruh penumpang berteriak histeris. Penumpang pun langsung berupaya untuk menyelamatkan diri dan keluar dari kapal.


"Hampir seluruh penumpang terjebak di dalam kapal termasuk anak serta istri saya, serta ada juga yang sudah terbawa arus Sungai Musi," katanya saat ditemui di RS AK Gani Palembang, Rabu (30/5).


Ia yang juga terjebak di dalam kapal dengan kondisi yang mencekam tersebut, membuat tidak berpikir panjang dan langsung memecahkan kaca untuk mengeluarkan anak serta istrinya dari kapal yang sudah dipenuhi air sungai.


Setelah berhasil dikeluarkan, anak dan istrinya pun sempat terbawa arus. Beruntung speedboat yang berada di pinggiran Sungai Musi pun langsung membantu mengevakuasi dan anak serta istrinya pun selamat dalam kejadian mencekam tersebut. "Alhamdulillah anak dan istri selamat mas, meski kapal sudah dimasuki air sungai," ujarnya.


Ia mengakui jika saat menaiki speedboat tersebut, penumpang tidak diberikan pelampung. Mengingat penumpang sudah terbiasa tanpa pengaman. Ia pun tidak menyangka akan kejadian seperti ini.


"Usai diselamatkan oleh speedboat, anak dan istrinya pun langsung dievakuasi ke RS AK Gani Palembang untuk mendapatkan perawatan," tutupnya.


Seperti diketahui, dalam kecelakaan tersebut speedboat tersebut, Ditpolair Polda Sumsel telah memeriksa empat saksi diantaranya RH yang merupakan serang speedboat besar dengan ukuran 40 pk beserta dua kernetnya yaitu IR dan HM. Selain itu, Ditpolair juga memeriksa DM serang speedboat kecil ukuran 20 pk. 


Dalam kejadian ini, dua penumpang tewas dan dua lagi dinyatakan hilang dan masih dalam tahap pencarian.

Editor: Sari Hardiyanto
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore