
Ilustrasi pembantaian yang dilakukan Wirdjo.
JawaPos.com - Kisah nyeleneh Wirdjo muda yang dikenal sebagai si pembantai asal Banyuwangi, Jawa Timur (Jatim) ternyata masih sangat diingat oleh sang Paman Sutedjo yang saat itu hidup bersamanya. Meskipun beda rumah.
Nama Wirdjo ternyata masih sangat menempel kuat di ingatan masyarakat Banyuwangi di tahun 1987. Pasalnya, Wirdjo telah menewakan belasan orang dan melukai puluhan lainnya. Tragedi itu terjadi pada 12 Juli 1987.
Masih dalam penelusuran Tim Radar Banyuwangi (JawaPos Group) Jejak Wirdjo ini dikupas lewat sang paman, Sutedjo yang bertutur langsung soal jejak hidup Wirdjo.
Selain tempramental dan berprilaku tidak seperti pemuda kebanyak, Wirdjo juga ternyata memiliki selera makan yang tak normal.
Wirdjo pernah menanak nasi dari lima kilogram (5 Kg) beras. Bermodal satu botol minyak goreng, dia kemudian memasak nasi goreng dari hasil menanak nasi 5 Kg itu.
Ajaibnya, nasi goreng segunung itu pun habis disantap Wirdjo seorang diri. Meski akhirnya, kebanyakan makan membuat dirinya tidak bisa jalan karena kekenyangan. “Saya bilang harus berendam di air sungai biar kenyangnya hilang,” ujarnya.
Bahkan, dalam sebuah kesempatan, selera makan yang meledak-ledak ini nyaris membuat pemilik warung di sekitaran Perliman (simpang Lima) saat itu takut nasinya tidak terbayar. Wirdjo yang makan bersama sang paman mampu menghabiskan hingga lima bungkus nasi dalam waktu cepat.
Bahkan satu piring makanan dedeh (darah sapi beku yang dimasak) juga disukainya. Rasanya yang empuk, rupanya juga mengundang selera makannya.
Sutedjo pun hanya bisa mengelus dada kala itu, saat melihat proses makan Wirdjo. “Dia orangnya keras tapi ada nyelenehnya. Saya kalau ingat itu suka ketawa sampai sekarang,” kenangnya.
Sementara itu, alat yang digunakan Wirdjo untuk membantai puluhan orang di berbagai kampung pada hari nahas itu ternyata bukan celurit. Masyarakat Suku Osing, khususnya di Kampung Watu Buncul menyebut senjata itu jombret.
Bentuknya menyerupai parang. Bedanya alat ini lebih tipis dan memanjang. Tepat gi ujungnya, ada bagian yang melengkung sedikit. Di kalangan petani, jambret sering digunakan untuk memotong rumput.
Alat inilah yang digunakan Wirdjo saat kalap dan melukai puluhan orang di tahun 1987 silam. Sutedjo hanya mengingat kejadian yang melibatkan keponakannya itu terjadi sekitar bulan April 1987.
Tanggal pastinya dia lupa. Namun petunjuk atas insiden berdarah itu kemudian ada di makam Wirdjo yang letaknya ada di makan keluarga.
Di batu nisan yang tertulis tanggal wafat Wirdjo pada tanggal 16 April 1987. “Yang pasti sebelum tanggal itu. Sebab setelah ditemukan gantung diri, dia sempat diinapkan di kamar mayat rumah sakit (RSUD Blambangan) selama semalam,” beber Sutedjo.
Lewat keterangan Sutedjo ini pula, penyebab Wirdjo berubah jadi sang pembantai mulai terkuak. Sinyal akan datangnya tragedi berdarah itu muncul saat Wirdjo mengasah jombret miliknya.
Jangan sampai ketinggalan berita hari ini!
Jadilah yang pertama tahu. Gabung channel kami sekarang!

Ultah Ariel NOAH ke-45 Dirayakan Bareng Wulan Guritno, Ada Pelukan hingga Candaan Duda-Janda
Prediksi Skor Fiorentina vs Napoli: Peluang I Partenopei Petik 3 Poin di Stadion Artemio Franchi
Ariel NOAH 18 Tahun Menduda, Dekat dengan Wulan Guritno di Ultah ke-45
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Prediksi Skor Deportivo La Coruna vs Real Betis di Liga Spanyol: Los Verdiblancos Menang Lagi
Prediksi Skor Getafe vs Malaga di Liga Spanyol: Azulones Libas Perlawanan Tim Tamu
Prediksi Skor Villarreal vs Levante di Liga Spanyol: Kapal Selam Kuning Libas Tim Tamu
Prediksi Skor Schalke 04 vs Elversberg di Liga Jerman: Duel Tim Papan Tengah Rawan Imbang
Prediksi Skor Parma vs Genoa di Liga Italia: Duel Tim Papan Bawah Berakhir Imbang
Prediksi Skor FC Twente vs PSV Eindhoven: Pemuncak Klasemen Berpeluang Pesta Gol

Jawa PosTelah diverifikasi oleh Dewan PersSertifikat Nomor 1055/DP-Verifikasi/K/XII/2022