
TETAP FEMININ: Personel Voice of Baceprot Widi Rahmawati, Euis Siti Aisyah, dan Firda Kurnia dalam sebuah momen.
Dukungan keluarga menguatkan para personel Voice of Baceprot menghadapi kritik dan hujatan. Lagu-lagu mereka bertutur tentang problem di sekolah hingga perusakan alam. Dalam waktu dekat diundang berkolaborasi dengan Superman Is Dead.
BAYU PUTRA, Jakarta
FIRDA Kurnia selalu saja terkekeh kalau mengingat nasib drum pertama bandnya. Tiap kali Euis Siti Aisyah, sang drumer, terlalu kencang menggebuk, berantakanlah alat musik tersebut.
Maklum, itu bukan drum sebenarnya. Tapi beberapa peralatan drum band yang disatukan dengan memakai tali.
’’Jadi, kalau berantakan, ya kami harus menyusunnya lagi pakai tali, hehehe...’’ kenangnya.
Tapi, itulah bagian dari jatuh bangun yang turut membentuk mereka sekarang: Voice of Baceprot (VoB). Sebuah band beraliran –dalam istilah mereka sendiri, hip metal funky– yang tengah jadi perbincangan luas.
Tak semata karena skill masing-masing personel, yakni Firda (gitar, vokal), Siti (drumer), dan Widi Rahmawati (bas). Serta keempat lagu yang telah mereka hasilkan. Tapi juga karena keseharian mereka yang berjilbab.
Tak terhitung kritik, bahkan hujatan, yang diarahkan kepada mereka hanya karena tiga remaja asal Garut itu berjilbab dan memainkan musik keras. Bahkan, ada yang mengirim direct message ke Instagram Firda untuk menawari mereka manggung di Sabah, Malaysia. Syaratnya, mereka harus membuka jilbab.
Tentu saja tawaran itu langsung mereka tolak. ’’Kami ingin tetap berkarya tanpa menghilangkan kewajiban kami sebagai muslimah,’’ tegas Firda.
Tumbuh di lingkungan agamis, tantangan seperti itu sudah mereka alami sejak awal memilih ekstrakurikuler musik di MTs Al Baqiyatussolihat, Garut, 2014. Firda, Siti, serta Widi lahir dan besar di tiga kampung berbeda di Kecamatan Banjarwangi, Kabupaten Garut.
Rumah mereka juga tidak bisa dibilang berdekatan. Widi tinggal di Kampung Cigerek dan Siti di Kampung Bukit Dipa. Sedangkan yang paling pelosok adalah Firda yang tinggal di Kampung Pasir Pogor.
Banjarwangi merupakan kawasan perbukitan. Dibutuhkan minimal dua jam dari kecamatan tersebut untuk sampai ke pusat Kota Garut.
Di antara mereka bertiga, Widi merupakan personel termuda. Dia lahir pada 3 Desember 2001. Sedangkan Firda kelahiran 28 Juni 2000 dan Siti lahir pada 17 Agustus 2000.
Sedari awal mereka harus bergumul dengan larangan orang tua, kritik tetangga, dan cibiran teman.
Jadilah dari awalnya tujuh orang yang memilih ekstrakurikuler tersebut, akhirnya hanya tersisa tiga orang yang kini menjadi personel VoB.
Mereka juga harus memulai dari nol. Di antara ketiganya, paling hanya Siti yang sedari awal menunjukkan bakat ngedrum. ’’Sejak kecil saya memang suka memukuli apa saja barang di sekitar saya, hehehe,’’ ungkap Siti.

BGN Terbitkan SE Nomor 12 Tahun 2026, Layanan MBG Dihentikan Sementara saat Hari Libur
TVRI Hilang? Begini Cara Memunculkan Sinyal TVRI untuk Nonton Piala Dunia 2026 Gratis
Bocor ke Publik! 2 Alasan Krusial Ramadhan Sananta Mau Gabung ke Persebaya Surabaya
Apa Itu Weton Tibo Pati dan Siapa Saja yang Mendapatkan Julukan Ini? Simak Misteri di Balik Nasib Weton Tibo Pati
Sudah Masuk KBLI, Konten Kreator Didorong Punya NIB untuk Perkuat Legalitas
Weton Satrio Wibowo: 5 Weton Pembawa Rezeki, Karisma, dan Kehormatan Menurut Primbon Jawa
Pembagian Grup Liga 2 2026/2027 Berubah, PSIS Semarang dan Persiku Kudus Geser ke Wilayah Barat
Cek Warna Keberuntungan Menurut Hari dan Pasaran Jawa: Rahasia Menarik Energi Positif dan Kesuksesan Setiap Hari!
PP Muhammadiyah Minta MBG Dihentikan Sementara, Sebut Mudaratnya Lebih Banyak
Momen Republik Ceko dan Afrika Selatan Harus Puas Bermain Imbang 1-1
