Logo JawaPos
Author avatar - Image
Selasa, 16 Mei 2017 | 20.08 WIB

Kakak Beradik Ini Bahu-membahu di Gerakan Hutan Itu Indonesia

DEMI HUTAN: Leony Aurora (kiri) dan Riry Silalahi, kakak beradik motor gerakan Hutan Itu Indonesia. Mereka terus menggalang dukungan untuk pelestarian hutan. - Image

DEMI HUTAN: Leony Aurora (kiri) dan Riry Silalahi, kakak beradik motor gerakan Hutan Itu Indonesia. Mereka terus menggalang dukungan untuk pelestarian hutan.



Start pada peringatan Hari Bumi tahun lalu, mereka membuat campaign di media sosial: Hutan Itu... Mereka ingin tahu bagaimana pandangan masyarakat terhadap hutan Indonesia. Setiap orang bisa mengisi titik-titik tersebut dengan tulisan, gambar, atau video. Ada yang mengisi Hutan Itu Paru-Paru Dunia, Hutan Itu Nafasku.



Setelah kampanye tersebut, diadakan event #KuLarikeHutan pada Juni 2016. Setiap lari 5 km artinya sama dengan mengadopsi satu pohon. Ada juga penggalangan donasi melalui KitaBisa.com untuk pemeliharaan pohon selama setahun. Total, 1.039 pohon diadopsi para donatur.



Program berikutnya adalah konser Musika Foresta yang digagas mulai September tahun lalu. Program tersebut menantang para aktivis Hutan Itu Indonesia untuk bisa mendekatkan dan membawa hutan ke hati generasi muda di kota. Hutan yang diwarnai gemericik air, kicauan burung, dan menjadi inti adat dan tradisi masyarakat Indonesia.



Kakak Leony, Riry Silalahi, mantan gitaris band S.H.E. yang tergabung dalam tim inti Hutan Itu Indonesia, mengajak beberapa teman musisinya untuk terlibat dalam gerakan tersebut. Mereka mengajak para musisi masuk ke hutan pada Januari–Maret lalu.



Ada empat musisi yang masuk hutan. Yakni, Glenn Fredly ke hutan Manusela di Pulau Seram, Maluku; Alam Urbach ke hutan adat Dayak Iban, Sungai Utik, Kalimantan Barat; pemain biola Achi Hardjakusumah ke hutan Kemenyan di Tapanuli Utara; serta penyanyi Astrid Sartiasari yang menjelajah hutan Sumatera Barat. Perjalanan mereka diabadikan dalam web series.



Sepulang dari hutan, para musisi menuangkan inspirasi yang didapatnya ke dalam lagu. Lagu-lagu itu lalu ditampilkan dalam konser Musika Foresta yang diadakan di Balai Sarbini, Jakarta, Sabtu (13/5).



Meski tidak semua pernah masuk hutan, tidak sulit mengajak para musisi tersebut terlibat langsung dalam gerakan itu. Bagi Astrid dan Achi, ini pengalaman pertama mereka. ’’Dan, begitu mereka bilang mau (terlibat), mereka fully committed,’’ ucap Riry.



Para musisi sepakat seluruh hasil penjualan lagu tentang hutan karya mereka didonasikan untuk kegiatan perlindungan hutan. Hasil penjualan tiket konser pun digunakan untuk mengadopsi lebih dari 200 pohon di hutan Nusantara.



’’Saya bersyukur bekerja sama dengan teman-teman Hutan Itu Indonesia. Perjalanan luar biasa ke hutan Manusela, saya merasa seperti kembali ke alam,’’ papar Glenn.



Begitu pula Astrid Sartiasari yang bertualang di hutan bersama sang suami, Arlan Djoewarsa, dan teman-teman dari KKI Warsi. ’’Awalnya takut. Begitu sampai di hutan, perasaannya tidak bisa dilukiskan dengan kata-kata. Hutan seakan berbisik menyuarakan isi hatinya,’’ kata Astrid yang membuat lagu Hanya Untukmu dari perjalanannya ke hutan Sumatera Barat itu.



Waktu penyelenggaraan pada 13 Mei juga dipilih dengan misi khusus. Hal itu terkait dengan usul untuk menetapkan tanggal 13 Mei sebagai Hari Hutan Indonesia.



Pada 13 Mei 2015, Presiden Joko Widodo menandatangani moratorium atau penghentian sementara untuk pemberian izin baru penebangan pohon di hutan primer dan lahan gambut. Hingga hari ini, sudah lebih dari 3 ribu orang yang mendukung petisi #JagaHutan. Melalui petisi tersebut, masyarakat mendorong pemerintah untuk memperkuat komitmen perlindungan hutan sebagai bagian penting dari identitas bangsa.



Riry dan tim Hutan Itu Indonesia berharap project Musika Foresta tidak berhenti sampai di situ. ’’Kami akan terus mengajak musisi tersebut ke kampus dan sekolah-sekolah untuk sharing cerita tentang hutan. Kami juga akan memutar web series-nya, plus diskusi dengan penyampaian yang pop dan fun,’’ beber alumnus jurusan hubungan internasional Unpad, Bandung, itu. (*/c5/ari)


Editor: Miftakhul F.S
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore