
ORANG LAUT: Wartawan Jawa Pos Taufiqurrahman bersama Kapten Ovation of the Seas Flemming Nielsen di ruang kemudi.
Panel tengah anjungan lebih kompleks dan besar. Berisi alat navigasi, radar, sistem kelistrikan, kontrol mesin, dan tangki bahan bakar. Pagi itu dua perwira duduk berjaga di meja konsol utama. Di belakangnya, seorang mualim kepala (quartermaster) berdiri mengawasi. Cuaca sedang bagus dan lautan sedang tenang. Begitu pula air muka mereka.
Nielsen menjelaskan, setiap waktu anjungan komando harus dijaga minimal oleh dua perwira dan seorang quartermaster.Namun, dalam keadaan tertentu, jumlah personel akan ditambah. Bergantung situasi. ’’Kalau akan merapat atau meninggalkan pelabuhan, akan ada lebih banyak perwira,’’ katanya.
Nielsen bertugas keliling kapal mengawasi kru dan operator anjungan. Sesekali memberikan komando. Ketika kapal melaju dengan tenang, dia bisa lebih santai. Dia akan meninggalkan anjungan dan memasrahkan kemudi kepada anak buahnya. Dia lantas menikmati fasilitas kapal seperti penumpang.
’’Pagi biasanya saya pakai untuk joging di dek atas,’’ ucapnya.
Nielsen sudah puluhan tahun mengarungi samudra. Sebelum memimpin anjungan komando Ovation, kapten kapal kelahiran Denmark pada 1954 itu menjadi komandan kapal kontainer. Kemudian, dia bergabung di Royal Carribean pada 2000. Royal Carribean adalah operator Ovation.
Nielsen menyatakan tidak pernah merasa kesulitan meng-handle megasistem di Ovation. ’’Lihat ukuran tuas kemudi ini, sederhana kan?’’ ujarnya.
Meski demikian, menjadi kapten kapal pesiar bukan perkara enteng. Pasalnya, dialah penanggung jawab atas keselamatan 4 ribu penumpang selama dalam pelayaran. Dia harus stand by 24 jam untuk mengendalikan laju kapal. Sewaktu-waktu dia mesti lari ke ruang kemudi bila kondisi mendadak memburuk. Tak ada waktu untuk bersantai.
’’Kecuali seseorang datang untuk membebaskan saya dari tugas,’’ tandas Nielsen, lantas tersenyum. (*/c5/ari)

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
