Logo JawaPos
Author avatar - Image
Senin, 21 November 2016 | 19.11 WIB

Sekar Arum, Penggagas Komunitas IKM Sekar Craft, Ajari Buat hingga Jual Kerajinan

TELATEN: Sekar Arum tekun merawat tanaman sekaligus motivator perajin. - Image

TELATEN: Sekar Arum tekun merawat tanaman sekaligus motivator perajin.

Sentuhan Sekar Arum menyemangati pengusaha kerajinan di Kota Pudak. Perempuan 42 tahun itu bak Srikandi penggerak motivasi bisnis start-up. Dia gigih mengabdi.





EKO HENDRI SAIFUL





KEHADIRAN Sekar Arum mampu menjadi penyemarak. Pemandangan itu tampak saat ibu-ibu wali murid SD Muhammadiyah 1 GKB mengadakan pelatihan kerajinan tangan. Saat itu, Sekar menjadi bintang.



Bagaimana tidak. Ibu-ibu berjilbab di sekolah itu tampak haus ilmu. Belasan pertanyaan muncul untuk Sekar, sang instruktur. ”Ibu-ibu, nanti karyanya bisa dijual,” ujar perempuan kelahiran 17 Juni 1974 itu sambil tersenyum.



Spontan, ibu-ibu yang selama ini hanya mengurus rumah pun tertawa. Mereka semakin manja. Bahkan, ada yang meminta Sekar menggerakkan tangan mereka supaya lanyah melukis gelas.



Hidup Sekar memang tidak jauh dari kerajinan. Dia gandrung pada craft. Salah satunya glass painting. Sudah enam tahun lebih dia menekuni itu. Semua berawal saat dia menjadi perangkat Kelurahan Kramatinggil.



Saat itu, Sekar bertugas di bagian lingkungan. ”Dulu, kelurahan kami termasuk kawasan kumuh. Saya berpikir keras bagaimana mengatasinya,’’ ungkapnya. Sekar bergerak.



Dia mengajak ibu-ibu melalui gerakan antisampah dan selokan kotor. Selain mewanti-wanti untuk hidup bersih, perempuan itu membangkitkan gairah wirausaha.



Sekar mengumpulkan semua barang bekas untuk didaur ulang. Dia mengubahnya menjadi kerajinan menarik. Misal, keranjang dan asbak. Ibu-ibu kampung termotivasi.



”Kami ajak mereka mengumpulkan botol bekas untuk kerajinan. Nggak apa-apa dikatakan pemulung,” tuturnya. Kiprah Sekar memotivasi masyarakat Kramatinggil.



Mereka bergerak kompak mengubah citra kampung kumuh menjadi kampung hijau. Kelurahan itu pun menjadi salah satu juara di program Gresik Berhias.



Langkah Sekar tidak berhenti. Kirprahnya diamati perangkat desa lain. Berbagai permintaan pelatihan terus mengalir. Dia diminta menularkan ilmu dan kreativitas daur ulang. ”Saya ikhlas. Kadang dibayar, kadang tidak,” ungkapnya.



Aktivitas sosialnya terus berlanjut. Sekar kini membantu teman-temannya sesama pebisnis kerajinan. Komunitas Sekar Craft didirikan pada 2013. Anggotanya banyak anak muda.



Sekar Craft sekaligus menjadi media promosi ke luar daerah. Mahasiswa IPB Bogor, misalnya, datang dan belajar dari anggota Sekar Craft.



Fokus komunitas itu ialah penjualan produk kerajinan. Saat ini, anggotanya 25 orang. Mereka kreatif dengan produk masing-masing. Ada pembuat kopiah, kaus lukis, jam dinding, dan kerajinan kaca.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore