
ASRI: Suasana di Ledok Ombo Camping Ground, Poncokusumo.
Ledok Ombo adalah salah satu camping ground atau bumi perkemahan di Desa Poncokusumo, Kecamatan Poncokusumo, Jawa Timur (Jatim). Siapa sangka, usia tempat tersebut sudah ratusan tahun.
Dian Ayu Antika Hapsari, Malang
-------
Berada di ketinggian lebih dari 800 meter di atas permukaan laut (mdpl), membuat Ledok Ombo Camping Ground berudara sejuk. Suasananya masih asri, hijau dan segar dengan hutan pohon pinus.
Untuk menuju ke Ledok Ombo tidak terlampau susah. Dari Kota Malang atau Bandara Abdulrachman Saleh, melaju ke arah Timur menuju Tumpang. Sampai di Pasar Tumpang, terus saja hingga menemukan pertigaan Taman Makam Pahlawan (TMP) dan ambil arah ke kiri.
Selanjutnya, traveler akan menemukan perempatan dan ambil jalur kanan. Nanti akan ditemui Pasar Poncokusumo dan ambil jalan ke kiri. Ikuti saja jalan besar hingga menemukan Kantor Camat Poncokusumo. Dari simpang lima lurus saja hingga sekitar 1-2 kilometer. Traveler akan menemukan penunjuk arah.
Belum sampai ke venue, pengunjung akan disuguhi dengan pemandangan hijau dari hutan bambu. Suara gemericik sungai berbatuan besar akan turut menyambut. Sungai di Poncokusumo bertipe batuan besar. Bahkan ada yang batunya hampir sebesar rumah.
Tiket masuk ke Ledok Ombo tergolong murah. Hanya Rp 10 ribu per malam per orang untuk pengunjung yang ingin camping. Sementara jika pengunjung hanya ingin piknik atau sekadar selfie, cukup merogoh kocek Rp 5 ribu.
"Ditarik biaya masuk itu hanya kalau weekend saja. Kalau hari biasa malah nggak ada tarikan. Bahkan kalau ada warga lokal yang datang ke sini, nggak usah bayar," terang Koordinator Wisata Ledok Ombo Jefri Nanang didampingi Kepala Resort Pemangkuan Hutan (KRPH) Wilayah Poncokusumo Bambang Sujanarko kepada JawaPos.com, Sabtu (8/12).
Saat weekend, pengunjung yang datang ke Bumi Perkemahan Ledok Ombo lebih banyak dibandingkan dengan hari kerja. Mereka tidak hanya datang untuk mendirikan tenda dan camping saja. Namun juga datang untuk wisata dan selfie.
Memang ada beberapa spot foto cukup kece. Misalkan, rumah pohon. Tanpa ada rumah pohon pun, sebenarnya tempat ini cantik untuk dijadikan spot foto. Jajaran pohon pinus yang berada di lahan seluas 12 hektare sudah cukup menawan hati untuk diabadikan. Membuat pengunjung merasa di hutan pinus negara bersuhu dingin. Korea atau Jepang misalnya.
Camping ground Ledok Ombo cukup terkenal di kalangan milenial. Karena kerap dijadikan venue untuk diklat dan mendirikan tenda dan camping. Bahkan kabarnya, Ledok Ombo sudah jadi jujukan camping sejak zaman Belanda. "Sudah ada sejak zaman Belanda. Artinya sudah ratusan tahun usianya. Dulu sering dipakai tentara Belanda nge-camp," katanya.
Bahkan dulunya, di Ledok Ombo terdapat loji atau semacam bangunan peninggalan Belanda. Namun sekarang sudah tidak ada sisanya. Bahkan puingnya pun tak terlihat. "Sempat tertimbun berpuluh-puluh tahun. Tapi kemudian ketika ada penggalian untuk ladang, sudah tidak ada lagi sisanya," imbuhnya.
Ledok Ombo dikelola Perhutani Malang dan karang taruna desa setempat. Selain kisah sejarah, Ledok Ombo cocok untuk melepas lelah. Suasana hijau dan asri yang ditawarkan.
Saat di Ledok Ombo, pengunjung tak perlu khawatir kelaparan. Banyak makanan dijual yang siap mengenyangkan perut. Di sana juga tersedia kamar mandi dengan air sangat sejuk. Serta musala untuk ibadah lengkap dengan mukenah dan sarungnya. Murah, akses mudah, dan makanan melimpah, fasilitas juga terbilang lengkap. Bagaimana, tertarik?

Bocor! 3 Alasan Krusial Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Nomor Dua Jadi Kunci Utama
Viral Penonton Konser F4 di Jakarta Kena Campak Sebelumnya, Kemenkes Lakukan Pengecekan
Soal Kabar Kepala BGN Dadan Hindayana Ditangkap, Dasco: Serahkan ke Aparat Hukum
Penyebab Ribuan Gerai Indomaret Tutup pada 31 Mei-1 Juni 2026
Kunker Luar Negeri Presiden Dikritik, Teddy Singgung Dino Patti Djalal yang hanya 3 Bulan jadi Wamenlu
Kejagung Konfirmasi Penggeledahan Kantor BGN Usai Pencopotan Dadan Hindayana
'Tibo Sri': 7 Weton yang Memiliki Rezeki Seumur Hidupnya Mengalir Seperti Air dan Tidak Pernah Mengering Menurut Primbon Jawa
Breaking News! Bruno Moreira Tinggalkan Persebaya Surabaya, Wariskan 39 Gol yang Sulit Dilupakan
Profil Sony Sanjaya, Eks Jenderal Polri yang Dicopot Sebagai Wakil Kepala BGN, Sempat Diterpa Isu OTT
Presiden Iran Masoud Pezeshkian Ajukan Pengunduran Diri, Ini Alasannya
