
TEROBOSAN ANYAR: KASRAT-XI keluar dari air.
Produk penelitian TNI-AL terus berkembang. Kali ini, giliran Dinas Penelitian Pengembangan TNI-AL (Dislitbangal) yang mengeluarkan produk baru. Yakni, truk amfibi hasil penelitian Letkol Mar Citro Subono.
THORIQ SOLIKUL KARIM
KENDARAAN karya Letkol Mar Citro Subono itu memang benar-benar seperti hasil ’’perkawinan’’ antara truk dan kapal. Bisa juga bus dan kapal. Bodinya gede. Begitu juga rodanya.
Tapi, moncongnya lancip seperti perahu. Ukurannya juga jumbo. Panjangnya 10 meter dan lebarnya 2,5 meter. Tingginya mencapai 3,1 meter. Setara dengan truk. Bobotnya 6,7 ton.
Jauh lebih berat ketimbang mobil biasa yang rata-rata ’’hanya’’ seberat 3 ton. Bagian kokpitnya juga berbeda. Setirnya dua. Fungsinya tentu berlainan.
Saat kendaraan berjalan mengelilingi lahan di markas Bumi Marinir Karang Pilang, yang dipakai adalah setir yang atas. Kendaraan itu pun ’’jadi mobil’’.
Setelah berkeliling 15 menit, kendaraan berkapasitas 16 penumpang tersebut menuju sungai. Perlahan bagian depan kendaraan mulai masuk ke air. Ban depan perlahan tak terlihat.
Kemudian, ban belakang menyusul. Tak lama kemudian, baling-baling di belakang muncul. Berputar. Kendaraan pun melaju meniti air.
’’Saya gunakan sistem hidrolis untuk ban dan baling-baling itu,’’ kata Letkol Mar Citro Subono.
Lelaki penghobi off-road itu menjelaskan, sistem hidrolis ban dan baling-baling saling bergantian. Kalau ban masuk ke atas, baling-baling secara otomatis turun. Sebaliknya, kalau ban turun, baling-baling yang terangkat.
’’Itu cara pergerakan mesin kendaraan yang saya rintis sejak 2004,’’ ucapnya. Dua alat penggerak tersebut, ban dan baling-baling, juga dikendalikan sensor.
Dengan begitu, tidak mungkin ada persinggungan. Tidak mungkin nyangkut. Nah, saat baling-baling keluar, setir atas tidak berfungsi. Selanjutnya, bapak tiga anak itu beralih mengendalikan setir yang di bawah.
Yang dikendalikan adalah sirip untuk mengatur arah kendaraan. Dan, truk amfibi karya anak bangsa itu pun meluncur mulus. Kendaraan-kendaraan amfibi sejenis itu sejatinya sudah sangat banyak di luar negeri.
Tengok saja Duck Tour di Singapura. Paket wisata tersebut memakai bus yang punya moncong, lambung, dan lunas khas perahu. Bisa jalan di darat memakai ban. Bisa melaju di sungai seperti kapal.
Bedanya, kendaraan karya Citro, yang diberi nama KASRAT-XI, itu lebih punya fungsi operasional militer. Kecepatannya mencapai 12 knot atau sekitar 24 kilometer per jam.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
