Logo JawaPos
Author avatar - Image
Kamis, 3 November 2016 | 12.32 WIB

Truk Amfibi Hasil Penelitian Letkol Mar Citro Subono yang Dipersembahkan untuk Dislitbangal, Surabaya

TEROBOSAN ANYAR: KASRAT-XI keluar dari air. - Image

TEROBOSAN ANYAR: KASRAT-XI keluar dari air.

Produk penelitian TNI-AL terus berkembang. Kali ini, giliran Dinas Penelitian Pengembangan TNI-AL (Dislitbangal) yang mengeluarkan produk baru. Yakni, truk amfibi hasil penelitian Letkol Mar Citro Subono.





THORIQ SOLIKUL KARIM





KENDARAAN karya Letkol Mar Citro Subono itu memang benar-benar seperti hasil ’’perkawinan’’ antara truk dan kapal. Bisa juga bus dan kapal. Bodinya gede. Begitu juga rodanya.



Tapi, moncongnya lancip seperti perahu. Ukurannya juga jumbo. Panjangnya 10 meter dan lebarnya 2,5 meter. Tingginya mencapai 3,1 meter. Setara dengan truk. Bobotnya 6,7 ton.



Jauh lebih berat ketimbang mobil biasa yang rata-rata ’’hanya’’ seberat 3 ton. Bagian kokpitnya juga berbeda. Setirnya dua. Fungsinya tentu berlainan.



Saat kendaraan berjalan mengelilingi lahan di markas Bumi Marinir Karang Pilang, yang dipakai adalah setir yang atas. Kendaraan itu pun ’’jadi mobil’’.



Setelah berkeliling 15 menit, kendaraan berkapasitas 16 penumpang tersebut menuju sungai. Perlahan bagian depan kendaraan mulai masuk ke air. Ban depan perlahan tak terlihat.



Kemudian, ban belakang menyusul. Tak lama kemudian, baling-baling di belakang muncul. Berputar. Kendaraan pun melaju meniti air.



’’Saya gunakan sistem hidrolis untuk ban dan baling-baling itu,’’ kata Letkol Mar Citro Subono.



Lelaki penghobi off-road itu menjelaskan, sistem hidrolis ban dan baling-baling saling bergantian. Kalau ban masuk ke atas, baling-baling secara otomatis turun. Sebaliknya, kalau ban turun, baling-baling yang terangkat.



’’Itu cara pergerakan mesin kendaraan yang saya rintis sejak 2004,’’ ucapnya. Dua alat penggerak tersebut, ban dan baling-baling, juga dikendalikan sensor.



Dengan begitu, tidak mungkin ada persinggungan. Tidak mungkin nyangkut. Nah, saat baling-baling keluar, setir atas tidak berfungsi. Selanjutnya, bapak tiga anak itu beralih mengendalikan setir yang di bawah.



Yang dikendalikan adalah sirip untuk mengatur arah kendaraan. Dan, truk amfibi karya anak bangsa itu pun meluncur mulus. Kendaraan-kendaraan amfibi sejenis itu sejatinya sudah sangat banyak di luar negeri.



Tengok saja Duck Tour di Singapura. Paket wisata tersebut memakai bus yang punya moncong, lambung, dan lunas khas perahu. Bisa jalan di darat memakai ban. Bisa melaju di sungai seperti kapal.



Bedanya, kendaraan karya Citro, yang diberi nama KASRAT-XI, itu lebih punya fungsi operasional militer. Kecepatannya mencapai 12 knot atau sekitar 24 kilometer per jam.

Editor: Administrator
Tags
Artikel Terkait
Jawa Pos
JawaPos.com adalah bagian dari Jawa Pos Group, perusahaan media terkemuka di Indonesia. Menyajikan berita terkini, akurat, dan terpercaya.
Graha Pena Lt.2 Jl. Raya Kby. Lama No.12, Grogol Utara, Kec. Kebayoran Lama, Kota Jakarta Selatan, Daerah Khusus Ibukota Jakarta 12210
Download Aplikasi JawaPos.com
Download PlaystoreDownload Appstore