
Kopda Budi Santoso dipapah ketika sampai garis finis setelah berenang 39 kilometer melintasi Selat Sunda. Budi menerima hadiah Mitsubishi Xpander.
Berjam-jam berenang di antara dinginnya malam benar-benar menguras banyak tenaga. Tidak heran, pandangan matanya nyaris hilang begitu lokasi finis sudah dekat. Pandangan matanya kabur saat telinganya mendengar sorak-sorai dari kejauhan. Dia tidak bisa melihat dari mana suara itu muncul. Yang dia tahu, suara tersebut berasal dari orang-orang yang menunggunya di garis finis.
Budi senang lantaran bisa segera mengakhiri lomba. Tidak peduli ada di urutan berapa, yang penting baginya adalah sampai di garis finis dengan selamat. Namun, siapa sangka dia menjadi yang tercepat. Catatan waktunya 9 jam 29 menit 56 detik. "Saya dikalungi ternyata," ucap dia. Jajaran pejabat teras TNI-AL dan Korps Marinir menyambut Budi. Tapi, dia tidak ingat semuanya. Kakinya terasa lemas. Tulang-tulang yang selama ini menyangga tubuhnya serasa sudah lepas. "Untuk jalan saja, berat sekali rasanya," kata mantan anggota pasukan penjaga perdamaian yang pernah dikirim ke Lebanon itu.
Di antara riuh sambutan untuknya, dia melihat sang pelatih menitikkan air mata. "Beliau terharu," kata Budi. Karena itu, selain untuk istri, anak, dan keluarga, Budi mendedikasikan gelar juara yang diterimanya untuk sang pelatih. Dedikasi serupa dia tujukan kepada seluruh rekannya di Batalyon Intai Amfibi-2 Marinir dan semua pimpinannya. Dia menyatakan tidak kapok ikut serta dalam ajang serupa. Seandainya diberi kesempatan untuk kembali ambil bagian, ayah satu anak tersebut memastikan bakal kembali turut serta.
Atas prestasi itu, Korps Marinir tidak hanya memberi Budi medali. Dia juga berhak atas satu unit Mitsubishi Xpander. Rencananya, hadiah tersebut langsung dipakai pulang kampung ke Wonosobo. Di sana dia lahir dan besar. Di sana pula dia kali pertama belajar berenang. Dari sana pula dia memulai langkah sampai bisa masuk sebagai warga Korps Marinir.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
