
LULUS: Rektor Unesa Prof Dr Nurhasan (kiri) memberikan ucapan selamat kepada Windiyati Nugroho. Meski berusia 77 tahun, Windiyati tercatat sebagai wisudawan dengan nilai terbaik.
Windiyati Nugroho memiliki keinginan untuk mengajar lebih baik di lembaga kursus yang didirikannya. Untuk mewujudkannya, dia berkuliah S-2 dan S-3 pada usia senja. Meski tak lagi muda, dia mampu menuntaskan jenjang studi dengan IPK nyaris sempurna.
RETNO DYAH AGUSTINA, Surabaya
USIA sekadar angka. Kemauan keraslah yang bakal menuntun seseorang untuk mencapai impiannya dan menerobos semua batasan fisik. Motivasi itu menjadi pijakan Windiyati Nugroho saat memutuskan melanjutkan studi S-3 teknologi pendidikan di Universitas Negeri Surabaya (Unesa).
Windiyati lulus program doktoral saat usianya menginjak 77 tahun. Memang dia tak lagi muda. Namun, Windi –sapaan akrabnya– mampu menuntaskan kuliahnya. Bahkan, nilai IPK-nya hampir sempurna, 3,98.
Setelah lama mengakar di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Pacific International Beauty Institute (PIBI), Surabaya, Windi ingin berkuliah S-2. Saat itu dia sudah berusia 72 tahun.
Temannya menyarankan agar dia mengambil jurusan teknologi pendidikan di Universitas dr Soetomo. ”Saya ingin berinovasi, bagaimana mengajar lebih baik. Apalagi, dunia sekarang terus berubah,” ujarnya.
Dia berhasil lulus dengan nilai nyaris sempurna, IPK 3,96. Topik tesisnya berjudul Pengembangan Media Pembelajaran Berbasis Multimedia untuk Meningkatkan Hasil Belajar Anatomi & Fisiologi Kulit di LPK PIBI.
Setelah lulus pada 2020, Windi kemudian mendaftar S-3 teknologi pendidikan di Unesa. Lagi-lagi, dia berhasil mencetak nilai nyaris sempurna. Bahkan menjadi wisudawan terbaik jenjang doktor, yaitu 3,98.
Dalam disertasinya, dia mengangkat Pengembangan Paket Program E-Modul Penerapan Konsultasi dan Analisis Kulit Wajah untuk Meningkatkan Hasil Belajar dan Keterampilan Metakognitif bagi Peserta Didik di Lembaga Kursus dan Pelatihan (LKP) Pacific International Beauty Institute (PIBI), Surabaya.
”Katanya, aspek novelty atau kebaruannya tinggi. Saya juga tidak nyangka hasil nilainya segitu,” katanya, disusul tawa.
Di usianya yang tak lagi muda, berkuliah sambil mengajar memang memiliki tantangan tersendiri. ”Saat pandemi dan nggak bisa ke mana-mana, justru atur waktunya lebih mudah,” ungkapnya.
Menurut dia, bekerja sama dengan mahasiswa yang jauh lebih muda justru lebih menantang. Di kelasnya, dia menemui mahasiswa dari bidang-bidang yang amat beragam. Awalnya, Windi grogi karena mereka masih muda ditambah memiliki kemampuan yang sangat bagus.
Saat presentasi, Windi juga sering merasa ndredeg jika ditanyai teman sekelas. Namun, itulah acara belajar yang penting untuk dijalani. ”Ya, ini sudah konsekuensinya. Prinsipnya, kalau sudah nyemplung, ya harus total, harus dijalani,” tuturnya.
Untuk menguasai materi kuliah yang mayoritas memakai bahasa Inggris, Windi memanfaatkan teknologi scan dan translate dalam bentuk audio. Windi mendengarkannya sambil membuat rangkuman khusus sendiri.
Cara itu membuat Windi lebih aktif mencerna materi, tak sekadar mendengarkan. ”Kalau kita aktif dalam pembelajaran, materi lebih dipahami,” tegasnya.

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
