
BUKA LUWUR: Beberapa perewang membawa kain mori penutup makam Sunan Kudus di makam setempat, Desa Kauman, Kudus, kemarin. (DONNY SETYAWAN/RADAR KUDUS)
JawaPos.com - Tradisi buka luwur atau penggantian kain putih penutup makam Sunan Kudus tahun ini lebih sederhana. Salah satu acara ditiadakan yaitu pembagian brekat umum. Penyederhanaan rangkaian acara ini tak lain karena pandemi Covid-19. Luwur baru akan dibuat hari ini. Puncak pemasangan luwur pada 10 Muharam atau Sabtu (29/8).
Kain luwur yang telah berumur satu tahun digantikan dengan kain luwur baru. Proses pelepasan mulai kemarin. Melibatkan 35 perewang. Mereka terbagi dalam enam tim. Lima tim bertugas membuat lima jenis luwur. Di antaranya melati, unthuk banyu, kompol, wiru, dan vitrage atau penutup ranjam. Satu tim lainnya bertugas di bagian pelepasan dan pemasangan luwur.
Donny Setyawan/Radar Kudus
”Tahun ini acaranya lebih sederhana. Karena masih masa pandemi Covid-19, seluruh rangkaian prosesi tradisi buka luwur dilaksanakan dengan protokol kesehatan ketat. Yang jelas, tahun ini kami tidak membagikan brekat umum,” kata panitia kegiatan tradisi buka luwur Makam Sunan Kudus Muhammad Kharis.
Tak adanya acara pembagian brekat umum ini lantaran untuk menghindari adanya kerumunan masa. Seperti yang diketahui sebelumnya, saat pembagian brekat umum, selalu ada antrean dari masyarakat. Tak hanya dari Kudus, tapi juga dari luar daerah.
Meskipun demikian, panitia tetap mengadakan pembagian brekat salinan. Brekat salinan di peruntukkan untuk para masyarakat yang telah memberikan sadaqah. Teknisnya, masyarakat yang memberi sadaqah untuk acara buka luwur Kanjeng Sunan Kudus, akan diberi kartu. Pada acara puncak nanti, kartu tersebut ditukarkan dengan brekat nasi jangkrik (nasi putih dan olahan daging kerbau yang dibungkus dengan daun jati, red).
Melepas luwur dilaksanakan pada hari pertama Muharam. Acara ini diwali dengan tahlil oleh panitia dan perewang di dalam cungkup makam Sunan Kudus. Tahlil dipimpin KH. Arifin Fanani sementara doa dipimpin KH. Ahmad Abdul Basith.
Selama prosesi pelepasan luwur, pengurus Yayasan Makam Menara dan Makam Sunan Kudus (YM3SK) untuk sementara menutup untuk para peziarah. Selanjutnya, ketika peziarah sudah diizinkan masuk pihak YM3SK terus melakukan pemantauan. Ada tim security yang ditugaskan mengamati kepadatan jumlah pengunjung. Apabila dirasa sudah maksimal untuk penerapan jaga jarak akan ditutup. Dan dilakukan secara bergantian.
”Selama pelepasan luwur di makam tadi, peziarah sementara tidak boleh masuk. Usai luwur dilepas, peziarah baru boleh masuk,” ungkapnya
Seperti tahun sebelumnya, acara pelepasan luwur ini akan dilanjutkan dengan acara pembuatan luwur, Sabtu (22/8). Puncaknya pemasangan luwur pada 10 Muharram. ”Mulai Minggu (hari ini, red) mulai membuat luwur yang baru,” katanya.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=UdWTKBLml6w

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
