
BERPULANG: Rudy Ermawan bersama kedua keponakan. Rudy meninggal dalam usia jelang 50 tahun. (DOK. KELUARGA)
Rudy Ermawan berada di balik program renovasi rumah layak huni. Kemampuan arsitekturalnya berjejak di berbagai ruang kantor dan musala.
THORIQ S. KARIM, Surabaya, Jawa Pos
---
PADA berbagai ruang kantor OPD (organisasi perangkat daerah) dan musala di lingkup gubernuran Jawa Timur itu, kenangan terhadap Rudy Ermawan akan selalu melekat. Sebab, tangan dinginnyalah yang berhasil mengubah semuanya menjadi nyaman dan artistik.
”Pak Rudy yang menggambar dan merancangnya,” kata Khofifah Indar Parawansa, gubernur Jawa Timur.
Ratusan kilometer dari Surabaya, di lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, Kediri, juga ada jejak sentuhan Rudy. Dia menyiapkan rancangan aula muktamar di sana.
Kabarnya, gambar sudah siap. Tinggal pelaksanaan. ”Karena ada Covid-19, rencana itu ditunda. Sayangnya beliau sudah berpulang terlebih dulu,” ungkap Khofifah.
Pak Rudy yang dimaksud adalah Mohammad Rudy Ermawan Yulianto. Kepala bappeda (badan perencanaan pembangunan daerah) itu meninggal di RS dr Soetomo, Surabaya, Selasa sore (14/7) akibat Covid-19.
Kesehatan pria yang pada 20 Juli nanti semestinya berusia genap 50 tahun itu mulai menurun sejak awal bulan ini. Dia sempat dirawat di RS Darmo, Surabaya.
Trombositnya terus menurun, kemudian dirujuk ke RS dr Soetomo. Pada posisi tersebut, Rudy sudah menggunakan ventilator.
Kesehatan Rudy naik turun. Jumat pekan lalu kondisinya sempat kritis. Namun, rasa semangat membuat kondisi pria kelahiran Lamongan, Jawa Timur, itu kembali membaik. Namun, nasib berkata lain. Selasa sore ayah dua anak tersebut menghadap Sang Khalik.
Rudy dikenal sebagai sosok rendah hati. Bahkan, kawan-kawannya pun tak banyak yang tahu dia menduduki posisi penting di Pemprov Jatim. ”Yang kami tahu, dia seorang ASN (aparatur sipil negara), itu saja,’’ kata Anaz Fauzie, kawan kuliah Rudy di arsitektur Universitas Brawijaya, Malang.
Dian Yoshinta, salah seorang ASN di Pemprov Jatim, menganggap Rudy sebagai kakak. Tak cuma dia, banyak di lingkungan kerjanya yang juga beranggapan demikian.
Sebab, Rudy sosok pejabat eselon II yang peduli dengan ASN di bawahnya. ”Sampai kadang kami sungkan karena beliau yang mendekat ke kami,” ungkapnya.
Intuisi dan bakat Rudy pada gambar dan ruang, yang kelak membawanya berkuliah arsitektur, sudah kelihatan sejak kecil. Dia gemar melukis. Masuk SMA, dia juga menggeluti fotografi.
”Banyak orang yang menggunakan jasanya,” ujar Moch. Yunaidi, adik kandungnya.
Hobi yang menghasilkan uang. Rudy semakin intens menggelutinya sewaktu kuliah. Kuliah sambil bekerja.
Penghasilan yang dia dapat dari fotografi digunakan sedekah. ”Dia selalu berpesan, sedekahlah. Karena sedekah bisa mengobati penyakitmu,” kenang Anaz.
MREY –sapaan akrab Rudy di kalangan kawan dan kolega yang diambil dari rangkaian huruf depan nama lengkapnya– enggan membahas pekerjaan dan posisi sebagai ASN. Dia lebih mengutamakan persahabatan dan persaudaraan.
Salah satu kebiasaan yang sering dilakukan adalah mengabsen satu per satu teman karibnya. ”Sekadar say hello,” ujar Anaz.
Sentuhan arsitektural Rudy, kata Anaz yang juga konsultan arsitek itu, khas. Kalau banyak orang membuat desain indah dengan bahan yang mahal, Rudy justru sebaliknya. Dia memanfaatkan bahan klasik dikolaborasikan dengan konsep modern.
”Itu bisa dilihat dari beberapa hasil garapannya di berbagai tempat,” ungkap dia tentang suami Pudji Astuti serta ayahanda Irsad Imtinan dan Rafika Ramadhania tersebut.
Photo
DIMAKAMKAN: Pelepasan jenazah Rudy Ermawan di RSUD dr Soetomo Surabaya Selasa lalu (14/7). Almarhu dikenal sosok yang low profile. (DOK. KELUARGA)
Di Gedung Grahadi, Surabaya, tempat gubernur Jawa Timur biasa mengadakan perjamuan resmi, misalnya. Ada sebuah ruangan di sana yang juga jadi monumen kepiawaian alumnus arsitektur Universitas Brawijaya tersebut.
Dinding ruangan itu berlapis kayu. Dilengkapi meja dan beberapa kursi. Bersih dan nyaman meski hanya berukuran 2 x 4 meter.
”Pak Rudy memang ahlinya mengubah ruangan menjadi indah,” kata Shinta, sapaan akrab Dian Yoshinta.
Rudy memiliki satu tempat yang kini menjadi destinasi wisata. Kampoeng Djawi, Wonosalam, Jombang, Jawa Timur, namanya.
Awalnya, tempat itu dibangun untuk Rudy bersantai bersama keluarga. Kemudian, menjadi tempat berkumpul teman-teman lulusan arsitektur Universitas Brawijaya.
”Saat berkumpul, kami sampaikan ke MREY, Kampoeng Djawi layak dibuka untuk umum,” kenang Anaz.
Setelah berpikir lama, Rudy pun menuruti saran itu. Moch. Yunaidi mengatakan bahwa sang kakak berharap Kampoeng Djawi bisa membuka lapangan kerja bagi warga sekitar.
”Itu keinginan kakak yang pernah disampaikan kepada saya,” ujarnya.
Di tempat itu pula Rudy menyalurkan hobinya mendengarkan musik jazz. Pada 2019 dia pun menghelat konser jazz bernuansa pedesaan di sana.
Di internal pemprov, Rudy dikenal tidak banyak omong. Dia mengedepankan pengabdian. Salah satu program yang berhasil diterapkan adalah renovasi rumah tidak layak huni. Ada ratusan rumah masyarakat di Jawa Timur yang direnovasi. Program yang bertujuan meningkatkan hajat hidup masyarakat.
Saksikan video menarik berikut ini:
https://www.youtube.com/watch?v=W8FebjrnM00
https://www.youtube.com/watch?v=Uz1ypfMAb_c
https://www.youtube.com/watch?v=WdXxerlZVos

50 Unit Mobil Koperasi Desa Merah Putih Tiba di Wonogiri, Dandim 0728/Wonogiri: Saran Saya Tidak Usah Digunakan Dulu Mobilnya
7 Tahun Tak Terkalahkan! Bernardo Tavares Wajib Jaga Harga Diri Persebaya Surabaya di Derbi Jawa Timur Lawan Arema FC
Pesan Haru dari Ernando Ari! Dukungan Diam-Diam Bikin Milos Raickovic Bangkit di Persebaya Surabaya
14 Rekomendasi Kuliner Depok untuk Keluarga, Tempat Makan Nyaman dengan Menu Beragam
Wisata Kuliner Kabupaten Malang: 7 Makanan Khas yang Legendaris, Unik dan Autentik untuk Food Lovers
Jadwal Lengkap MotoGP Spanyol 2026! Misi Berat Veda Ega Pratama dan Mario Aji dari Barisan Belakang di Jerez
15 Rekomendasi Restoran Terbaik Dekat Tugu Muda Semarang: Surganya Kuliner yang Wajib Dicoba Pelancong dan Wisatawan!
17 kuliner Legendaris di Surabaya yang Wajib Dicicipi Sekali Seumur Hidup!
10 Kebab Paling Enak di Jakarta, Kuliner Timur Tengah yang Cita Rasanya Autentik
Kabar Gembira! Gubernur Banten Resmi Hapus Pajak Kendaraan Bermotor, Ini Syaratnya!
